top of page

Hasil pencarian

83 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Pendahuluan | Uncommon Sense

    Browse Chapters Close Home Contributors Content Filter Search Results Introduction Section 1: System Chapter 1: We live in systems Chapter 2: The simplicity of complexity Chapter 3: Levels are levers Chapter 4: Autonomy is myth Section 2: Equilibrium Chapter 5: Systems Do Not Die Chapter 6: Relationships Are Power Chapter 7: Solidarity is a verb Chapter 8: Force begets resistance Chapter 9: Loops can be unlocked Section 3: Navigation Chapter 10: Narrative is water Chapter 11: Needs are motives Chapter 12: Communities are currents Chapter 13: The messenger is the message Chapter 14: Values are bedrock Chapter 15: Decisions are learned Chapter 16: Emotion is oxygen Section 4: Storms Chapter 17: Storms are stories Chapter 18: Flexibility is perseverance Chapter 19: Foresight is 20:20 Chapter 20: Wrestling with trolls Chapter 21: Change is constant Section 5: Energy Chapter 22: Reflection is action Chapter 23: Truth is human shaped Chapter 24: Seeds are fruit Chapter 25: Endings are beginnings Conclusion Pendahuluan Mengapa perubahan sulit dilakukan Setiap orang memiliki teori masing-masing tentang cara membawa perubahan. Tetapi tentu saja tidak ada suatu kunci yang bisa digunakan menyelesaikan semua masalah . Semakin lama kita berpikir bahwa ada satu orang saja yang akan menyelesaikan segalanya, atau meyakinkan diri kita bahwa hal itu adalah masalah orang lain, semakin lama kita akan terjebak dalam situasi itu. Masyarakat Adat (Indigenous) dan Bangsa Pertama (First Nations) dari suku Aborigin Australia hingga suku Lakota di Pulau Turtle telah mengetahui sejak ribuan tahun lalu bahwa kita semua saling terhubung, saling bergantung, dan solusi untuk masalah hidup kita dapat dicari dengan melihat bagaimana alam berfungsi dalam ekosistem kita. Hanya dalam 30 tahun terakhir saja penduduk dunia sudah mulai melakukan hal yang sama, dan menyebut ini sebagai systems thinking (atau pemikiran sistem). Pemerintahan modern, korporasi, dan kelompok cenderung membuat perubahan kecil dan iteratif demi keuntungan jangka pendek, dan menciptakan sedikit sekali perubahan bagi masyarakat dan ekosistem. Dan, dengan hanya melihat judul-judul berita terbaru saja kita bisa melihat jelas bahwa tindakan yang lebih berani dan efektif memang diperlukan untuk melindungi manusia dan planet kita. Kita memerlukan pemikiran sistem untuk menciptakan perubahan yang fundamental, tahan lama. Kita diharuskan melakukan perubahan di tingkat terdalam dari sistem yang membentuk hidup dan dunia kita. “Saya ada karena kita ada.” Diterjemahkan dari Ubuntu, suatu filosofi dari Afrika Bagi yang bekerja di bidang keadilan sosial, lingkungan, atau ekonomi, kita juga terjebak dalam pemikiran jangka pendek suatu sistem yang kita usahakan untuk diubah. Sangat mudah sekali merasa kewalahan karena kompleksitas masalah yang ingin kita atasi. Mari kita coba bayangkan semua kompleksitas kehidupan ini seperti sebuah daerah aliran sungai yang merupakan satu ekosistem besar yang terdiri dari ribuan ekosistem lainnya yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Mengusahakan suatu perubahan sama seperti membangun suatu rakit dan mengarungi amukan gelombang ekosistem sungai itu. Untuk berhasil menyeberangi sungai, kita tidak bisa hanya mendayung kapal secara lurus dari satu sisi sungai ke sisi lainnya. Sama halnya dalam merancang dan menyampaikan suatu komunikasi strategis dan inisiatif perubahan. Dengan menyederhanakan semua kompleksitas yang ada dan fokus pada jalur perubahan jangka pendek yang linear jarang mampu mengubah sesuatu untuk jangka panjang. Kita menjadi disibukkan oleh kesibukan itu sendiri. Memahami dinamika sistem yang saling terkait di dalam sungai yang kita arungi akan membantu kita menetapkan arah yang memanfaatkan aliran sungai yang membantu kita, menghadapi arus yang berlawanan, dan menghindari pusaran air berbahaya. Untuk menjalani sistem, kita harus melihat diri kita sebagai bagian dari sistem tersebut. Inilah 'Pemikiran Sistem' dan strategi. Common dan Uncommon sense Apa yang menghalangi kita memilih pendekatan Systems Thinking? (Common sense atau Akal sehat.) Common sense adalah pengetahuan dasar yang saling dibagikan dan dipercayai oleh sebagian besar orang. Pengetahuan ini dibentuk oleh norma-norma masyarakat tersebut menjadi sebuah narasi yang kuat. Akal sehat mengajari kita - seringkali secara implisit - cara bertindak, memahami sesuatu, berperilaku, hidup, dan berbuat sebagai anggota komunitas dan masyarakat. Apabila akurat, akal sehat dapat membantu kita membuat ribuan keputusan hidup setiap harinya. Ketika akal sehat kita tidak benar atau salah arah, kita sebagai masyarakat bisa terbawa dalam delusi dan kesalahan bersama. Coba pikirkan tentang orang-orang yang dibunuh karena mengatakan bahwa Bumi mengorbit Matahari. Terkadang kita membutuhkan Akal Sehat yang Tidak Biasa untuk memperbaiki dunia. Kita harus memberi definisi baru dan lebih baik untuk Common Sense. Coba bayangkan kalau kita sedang di sungai. Jika kayak kita terbalik saat mengarungi sungai dan kita terjatuh ke dalam air, ada dua kemungkinan cara kita untuk menanggapi hal ini: Intuitif, ketakutan yang berdasar pada akal sehat mungkin membuat kita berpikir bahwa bernapas lah yang terpenting, jadi kepala kita perlu keluar dari dalam air secepat mungkin. Sehingga kita menghempaskan kepala untuk mencoba naik ke permukaan dan bernapas, tetapi kepala kita berat sekali dan butuh perjuangan. Akal sehat yang tidak biasa dalam pemikiran-sistem membuat kita tahu bahwa masalah ini disebabkan oleh gravitasi, berat badan kita, dan kepadatan air yang bersatu, jadi kita perlu bereaksi sesuai dengan aliran sistem. Kita perlu bertindak secara kontra intuitif. Jadi kita memposisikan tubuh kita di bawah permukaan air, dan kita menggerakkan pinggul atau lutut kita untuk membalikkan kayak. Ini akan membantu mengangkat kepala kita kembali ke atas air. Alih-alih bereaksi pada sistem, kita bekerja sama dengan berbagai sumber tenaga yang ada dalam sistem. Pendekatan ini akan membantu kita menghindari batu, pertemuan arus air, dan rintangan lainnya saat kita mengarungi aliran air. “Akal Sehat sebenarnya hanyalah gabungan semua prasangka yang tertanam dalam benak sebelum kita berusia delapan belas.” Albert Einstein Seiring berjalannya waktu maka yang dapat kita terima sebagai Akal Sehat juga berubah. Selama seribu tahun banyak budaya di dunia yang mengakui bahwa bumi datar adalah pengetahuan berbasis akal sehat. Berbagai budaya juga menggunakan hierarki ras dan gender berbasis 'akal sehat' untuk membenarkan pembunuhan dan penindasan kelompok manusia tertentu. Akal sehat mungkin tidak selalu masuk akal, tetapi itulah pandangan dunia secara umum yang menyatukan berbagai kelompok. “Dekonstruksi kemarin sering kali menjadi klise ortodoks esok.” Professor Stuart Hall Tenaga profesional periklanan dan hubungan masyarakat yang cerdas sangat menyadari kekuatan akal sehat, serta cara terbentuknya akal sehat melalui komunikasi strategis yang terarah dan berkelanjutan: Akal sehat dunia Barat pada tahun 1950 menyatakan bahwa plastik hanyalah suatu barang yang bisa kita biarkan menumpuk sebagai sampah. Kemudian ketika publik mulai mengetahui tentang plastik sebagai polutan, perusahaan-perusahaan menciptakan kampanye littering campaigns untuk memfokuskan konsumen pada "membersihkan," dan mendaur ulang, walaupun tingkat daur ulang global sangat rendah. Ini memungkinkan perusahaan untuk terus memproduksi dan menjual barang-barang plastik. Saat ini Akal sehat menyatakan bahwa konsumen bertanggung jawab menangani plastik tersebut. Akal sehat di sebagian besar Asia Selatan pada tahun 1980-1990 menyatakan bahwa kita dapat belanja menggunakan wadah apa pun yang kita inginkan atau miliki. Saat ini akal sehat menyatakan bahwa kantong plastik akan membantu menjaga bahan makanan tetap kering dan dapat digunakan kembali untuk tujuan lain. Akal sehat di dunia Barat selama sebagian besar abad kedua puluh menyatakan bahwa penambangan minyak bukanlah masalah. Saat ini akal sehat menyatakan bahwa sebagai konsumen kita harus mengurangi jejak karbon kita untuk mengurangi perubahan iklim. Perusahaan minyak BP bekerja sama dengan agensi periklanan Ogilvy & Mather untuk menciptakan pola pikir jejak karbon di tahun 2000. Hal ini mengubah cara kita memahami masalah, solusi, dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab dari perusahaan hingga ke individu - Disinformasi iklim ke jejak karbon. Perusahaan bahan bakar fosil juga mempromosikan gas alam sebagai solusi "bersih" meskipun gas alam masih merupakan bahan bakar fosil. Akal sehat di berbagai negara pada abad kesembilan belas menyatakan bahwa kita dapat mengelola lahan dengan baik untuk memberi makan populasi dunia. Akal sehat saat ini menyatakan bahwa kita membutuhkan tanaman monokultur, pestisida, pupuk, dan tanaman yang dimodifikasi secara genetik untuk memberi makan semua orang. Perusahaan makanan di berbagai negara dan budaya menjalankan kampanye yang memajukan argumen bahwa membersihkan hutan alam dan bentangan alam untuk memproduksi makanan, dan menggunakan pestisida, tanaman hasil rekayasa genetik, serta pupuk petrokimia memang diperlukan untuk menyediakan makanan sehat yang cukup bagi populasi kita yang terus berkembang. Sebenarnya jika dikelola dengan baik ada lebih dari cukup lahan subur untuk memberi makan populasi dunia yang terus berkembang dan banyak usulan "solusi" seperti monokultur tersebut malah menimbulkan masalah baru. Usulan akal sehat yang tidak biasa mungkin sudah nyata terlihat atau tersedia, tetapi tidak diakui, dihargai, atau cukup digunakan. Sebagai contoh, peta dunia yang kita kenal sekarang sebenarnya salah. Karena tidak ada yang dapat mengukur sebuah perjalanan berdasarkan peta itu. Sebenarnya, jika secara konvensional kita lakukan perjalanan dari Utara ke Selatan maka peta dunia kedua mungkin lebih masuk akal. Perbandingan gambar 3: Membuka jalan baru “Manusia terjebak dalam sejarah dan sejarah terjebak dalam diri mereka.” James Baldwin Masyarakat dan lingkungan tempat tinggal kita bersifat kompleks dan terus berubah. Menggerakkan perubahan sosial yang progresif jarang sekali semudah mulai dari satu tempat tetap dan berpindah ke tempat lainnya. Kita perlu gesit dalam hidup, bernapas, bergerak, dan dalam sistem yang saling terkait. Jika kita memahami sistem dalam sungai saat kita mengarunginya, kita dapat mengatasi tantangan tersebut dan mendapatkan keuntungan dari adanya peluang yang mengejutkan. Jika kita memindahkan batu-batu di sungai saat kita melewatinya, kita juga bisa membuka jalur yang lebih baik untuk semua orang. Kita hidup dalam sistem yang terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran: dari keluarga hingga planet. Suku Lakota di Amerika Utara dan Penduduk Asli Australia tidak memiliki kata untuk "alam" karena mereka memandang manusia dan alam sebagai suatu sistem, bukan entitas yang terpisah. Pandangan yang saling terhubung ini adalah cara yang lebih logis dan strategis untuk memandang dan memahami dunia. Dalam buku panduan ini kami menyertakan berbagai sistem, dari hubungan interpersonal, komunitas lokal, seluruh masyarakat hingga narasi global. Kita hidup dalam sistem bergantung satu sama lain yang dibangun berdasarkan informasi dan didorong oleh adanya hubungan. Pendekatan akal sehat yang tidak biasa mampu menggabungkan pemikiran sistem, komunikasi strategis, dan strategi perubahan naratif, dan menghasilkan lima cara untuk benar-benar mengubah sistem dan narasi demi dunia yang lebih sehat. Cara menggunakan sumber daya ini Sumber daya ini dirancang untuk orang-orang yang bekerja demi keadilan sosial, lingkungan, atau ekonomi di tingkat lokal, nasional, atau internasional. Jika Anda sedang mencari wawasan baru untuk memahami hambatan terhadap perubahan dan mencari solusi yang lebih baik untuk mempercepat perubahan, maka Anda telah datang ke tempat yang tepat. Jika Anda menyumbangkan waktu untuk usahakan perubahan sosial di komunitas Anda, atau seorang pembawa perubahan profesional di organisasi masyarakat sipil nirlaba, seorang donor yang ingin meningkatkan dampak investasi filantropis Anda, atau seorang pembuat kebijakan pemerintah yang ingin memimpin perubahan yang lebih efektif, maka sumber daya ini dirancang untuk membantu Anda memperkuat efektivitas dan dampak Anda. Buku saku ini penuh dengan ide, cerita, dan alat. Jika Anda sudah memiliki pemahaman tentang pemikiran sistem, Anda akan lebih mudah memahami metodologi dan alat dalam buku ini. Jika belum, nantikan lebih banyak konten yang akan datang segera… Ide-ide yang ada di sini merupakan kurasi, bukan ide kami sendiri. Sumber daya ini dibuat dengan cara menggabungkan pengalaman serta pengetahuan para praktisi dan peneliti dari seluruh Amerika, Selatan dan Tenggara, Asia Timur, Eropa, Australia, dan Afrika. Kami telah melihat kompleksitas dan sistem dalam praktik gerakan, pemikiran Pribumi, studi akademis, dan dunia alami, serta contoh terbaru dari komunikator dan tenaga kampanye di seluruh dunia. Metodologi yang diperkenalkan dalam buku panduan ini dibangun berdasarkan tiga fondasi utama: Pemikiran Sistem demi keadilan sosial, lingkungan, dan ekonomi Komunikasi Strategis melalui berbagai platform dan saluran Contoh Praktis dari kampanye yang sukses dan upaya perubahan naratif Sebagai penggerak perubahan, kita perlu memahami sistem secara luar dalam untuk bisa mengubahnya. Buku panduan ini disusun menjadi lima langkah - yang disingkat menjadi S.E.N.S.E. - untuk membantu mengatasi tantangan yang ada: System Equilibrium Navigation Storms Energy Kami menggunakan metodologi S.E.N.S.E. untuk mengeksplorasi dan merencanakan perubahan di setiap level sistem: dari hubungan interpersonal hingga komunitas, negara, dan narasi planet. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menggunakan metodologi S.E.N.S.E., kami sarankan untuk digunakan secara berurutan. Pertimbangkan untuk membaca semua materi selama seminggu, kemudian gunakan alat dan ide selama beberapa bulan atau lebih saat Anda merancang dan menjalankan kampanye komunikasi strategis yang berorientasi pada sistem. Berikan diri Anda ruang untuk merenung, menjelajahi, dan menantang asumsi Anda sendiri. Ingat, metodologi S.E.N.S.E. merupakan cara baru dalam melihat sistem di sekitar kita dan menentukan strategi untuk perubahan jangka panjang. Setelah lebih paham dengan konsep-konsep tersebut, Anda akan menemukan bahwa buku panduan ini dirancang agar Anda dapat melompat dari satu bab ke bab lain atau bagian yang paling Anda butuhkan pada momen tertentu dalam mengusahakan perubahan tersebut. Gunakan sumber daya ini sesuka Anda. Ikuti pelatihan Multicultural Leadership Initiative (Inisiatif Kepemimpinan Multikultural). Buatlah lokakarya strategi Anda sendiri. Salin, tempel di dinding, campur. Dan, silakan beri tahu kami perkembangannya. Bagikan cerita dan studi kasus baru. Ajukan saran cara membuat sumber daya komunitas ini bisa menjadi lebih baik. Kami nantikan kabar dari Anda: uncommonsense@multiculturalleadership.org Bagian 1

  • Bagian 4: Storms | Uncommon Sense

    Bagian 4 Storms Tujuan Siapkan cara untuk fleksibel, agar siap ketika krisis atau peluang muncul. Cara gunakan bagian ini Baca panduan ini sebelum Anda menetapkan lini waktu aktivitas atau merencanakan risiko. Kita belajar bahwa kita hidup dalam sistem, bahwa kita perlu mengubah keseimbangan sistem untuk bisa menggesernya, dan bahwa kita perlu menavigasi narasi, kebutuhan, komunitas, pengirim pesan, dan nilai-nilai untuk mengaktifkan orang-orang. Tetapi perubahan tidaklah terjadi dalam kekosongan. Krisis dan peluang datang dan pergi seperti badai di dunia ini - dan kita bisa persiapkan diri untuk menghadapinya. Orang Aborigin Australia dan masyarakat Pulau Selat Torres mengikuti siklus musiman mereka sendiri, yang berbeda dari sistem empat musim di dunia Barat. Mereka mengamati tanda-tanda alam untuk memprediksi perubahan cuaca* dan merencanakan aktivitas seperti rotasi tanaman atau pengumpulan sumber daya sesuai keadaan alam. Persiapan untuk Setiap Badai Badai dapat mempengaruhi setiap tingkat sistem. Badai datang dalam tiga jenis: perkembangan (tantangan atau peluang identitas), situasional (tantangan atau peluang operasional) dan eksistensial (tantangan atau peluang bertahan hidup atau evolusi). Badai juga memiliki awal, tengah, dan akhir seperti cerita lainnya. Di sini kami menggunakan diagram badai untuk membantu merencanakan atau membuat sesuatu untuk mempengaruhi kampanye dan sistem Anda. Menafsirkan badai Jika kita melihat badai mendekat, kita akan merasakan perubahan tekanan udara. Demikian pula, suatu peristiwa dapat dimulai secara positif atau negatif dan berubah secara tak terduga. Kita tidak boleh meremehkan badai atau kemampuan kita untuk menghadapinya. Di Bab 16 kita berada di mata badai, mampu mendiagnosis setiap jenis krisis atau peluang di bawah salah satu dari tiga jenis. Tanda-tanda dari Alam Alam menawarkan tanda dari badai atau musim yang akan datang. Lumba-lumba memperhatikan perubahan salinitas air, burung mendeteksi pergeseran tekanan udara, dan masyarakat Aborigin mengamati kedatangan serangga. Di sini dijelaskan apa yang harus diperhatikan. Pencegahan melalui Simulasi Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Simulasi akan membantu mencegah krisis dengan cara mempersiapkan kita untuk beradaptasi dalam situasi nyata. Menguji respons akan memampukan mengubah situasi menjadi mengungkan bagi kita dan membentuk kembali sistem tersebut. Bekerja bersama Badai Ketika badai datang, lebih baik bekerja sama dengan badai daripada melawannya secara langsung. Hewan menggunakan empat strategi: menghindar, beradaptasi, berlindung, atau menyerang. Mereka berkomunikasi dan mengatur diri dengan efektif. Di sini ditunjukkan cara menerapkan strategi ini dalam berbagai situasi. Menghadapi tantangan yang berkelanjutan Selama musim monsun atau badai berkepanjangan, kita mungkin perlu menyesuaikan tujuan atau strategi kita untuk mempengaruhi pemangku kepentingan secara efektif. Bagian ini membimbing Anda dalam mengelola krisis yang berkelanjutan, perubahan sistem, atau tantangan yang sedang berlangsung. Sumber: *https://australiancurriculum.edu.au/TeacherBackgroundInfo?id=56843 **https://en.wikipedia.org/wiki/Indigenous_Australian_seasons Ringkasan bagian Bab Sebelumnya Bab Berikutnya

  • Kesimpulan | Uncommon Sense

    Browse Chapters Close Home Contributors Content Filter Search Results Introduction Section 1: System Chapter 1: We live in systems Chapter 2: The simplicity of complexity Chapter 3: Levels are levers Chapter 4: Autonomy is myth Section 2: Equilibrium Chapter 5: Systems Do Not Die Chapter 6: Relationships Are Power Chapter 7: Solidarity is a verb Chapter 8: Force begets resistance Chapter 9: Loops can be unlocked Section 3: Navigation Chapter 10: Narrative is water Chapter 11: Needs are motives Chapter 12: Communities are currents Chapter 13: The messenger is the message Chapter 14: Values are bedrock Chapter 15: Decisions are learned Chapter 16: Emotion is oxygen Section 4: Storms Chapter 17: Storms are stories Chapter 18: Flexibility is perseverance Chapter 19: Foresight is 20:20 Chapter 20: Wrestling with trolls Chapter 21: Change is constant Section 5: Energy Chapter 22: Reflection is action Chapter 23: Truth is human shaped Chapter 24: Seeds are fruit Chapter 25: Endings are beginnings Conclusion Kesimpulan Manusia selama 100 tahun terakhir telah: Menciptakan seni, musik, dan budaya yang indah. Mencapai bulan dan terobosan baru dalam ilmu pengetahuan Memiliki dampak yang lebih merusak pada sisa planet ini daripada makhluk hidup lainnya dalam sejarah - dalam memicu kepunahan spesies hanya dikalahkan oleh peristiwa kataklisma seperti meteor yang menyebabkan kepunahan dinosaurus. Sampai manusia menyadari bahwa kita semua adalah bagian yang saling terhubung dari alam, bahwa kita perlu menghormati hubungan yang mengikat kita, dan bahwa cara kita berkomunikasi adalah apa yang benar-benar dapat mengubah perubahan, anak-anak kita tidak akan hidup di tempat yang aman, bersemangat, dan hidup yang dianggap remeh oleh generasi nenek moyang kita. Akal sehat biasa di sini adalah bahwa ini adalah manusia melawan alam. Akal sehat yang tidak biasa adalah bahwa kita adalah alam. Kita perlu akal sehat yang baru. “Tindakan adalah penawar untuk yang putus asa.” Joan Baez Ada biji-bijian yang tumbuh: Ekonomi agroekologi seperti Papua Barat Gerakan global yang dipimpin oleh masyarakat adat Persepsi hutan hujan Amazon sebagai harta karun lebih dari sekadar komoditas; Meningkatnya minat dalam model ekonomi baru pasca-pertumbuhan, pemikiran Pribumi dan kompleksitas Para pengkampanye memprioritaskan kekuatan gerakan dan keadilan sosial di samping tujuan reguler. Negara-negara yang memberikan kewarganegaraan dan hak kepada sungai Yayasan amal yang memberikan uang mereka kepada masyarakat sipil tanpa syarat Masyarakat penjajah mulai terlibat dengan warisan berdarah mereka “Setuatu yang tampaknya hampir mustahil untuk dinantikan, tampaknya hampir wajar terjadi jika dilihat ke belakang.” Frances R. Westley, Getting to Maybe: Bagaimana Dunia Berubah Tapi itu tidak cukup. Pendekatan iteratif dari sebagian besar perusahaan Environmental and Social Governance (ESG) tidak cukup untuk memicu perubahan sistem. Polarisasi politik, disinformasi, deep-fake, dan ruang gema media sosial lebih dominan dan tersebar luas daripada sebelumnya, meningkatkan penyebaran teori konspirasi. Kita perlu lompatan, bukan langkah maju. Pemerintah dan ekonomi yang menghargai timbal balik lebih dari pertumbuhan, yang memberikan dan menegakkan hak kolektif atas tanah dan sumber daya alam bersama dengan keadilan lingkungan yang interseksional. Dan pemahaman bahwa bersama-sama, setiap dari kita memiliki kekuatan untuk membuat pemerintah dan perusahaan bertanggung jawab, melakukan perubahan jangka pendek untuk melindungi planet yang kita cintai dan yang merupakan bagian dari. “Setiap momen adalah kesempatan untuk mengorganisir, setiap orang adalah calon aktivis, setiap menit adalah kesempatan untuk mengubah dunia.” Dolores Huerta Setiap dari kita dapat berjuang untuk perubahan. Mari kita mulai revolusi dengan akal yang tidak biasa. Kami berharap buku ini membantu Anda mengambil langkah maju dalam pekerjaan apa pun yang Anda lakukan. Kami mengundang Anda untuk menggunakan apa yang Anda suka, mengabaikan apa yang tidak Anda suka, dan membagikan pandangan Anda tentang apa yang bisa ditambahkan atau diperbaiki. Kami ingin memicu percakapan dalam berbagai bahasa dan budaya tentang bagaimana kita dapat berkontribusi untuk membuat dunia sedikit lebih baik. Mari kita buat masa depan yang lebih kolektif dan berkelanjutan menjadi tak terhindarkan. Bab sebelumnya Pilih Jalanmu

  • Bab 10: Narasi adalah air | Uncommon Sense

    Bagian 3 Navigation Bab 10 Narasi adalah air Narasi ibarat air yang mengalir melalui suatu sistem, membentuk cara orang melihat dunia dan apa yang mereka yakini mungkin terjadi. Narasi lebih kuat daripada fakta semata dan menentukan bagaimana pesan diterima. Untuk menciptakan perubahan, kita harus mengenali narasi dominan dan narasi tandingan, memahami bagaimana narasi itu diceritakan dan didengar, serta menggunakan strategi pembingkaian untuk menggeser cara pandang dunia. Jika kita memikirkan sistem sebagai lapisan tanah, maka narasi (lensa kita melihat dunia) adalah air yang mengalir melalui tanah. Kita perlu menghubungi seseorang atau institusi sebelum kita dapat membuat pesan yang membuat mereka membantu mengubah sistem. Kita juga perlu memahami orang atau institusi tersebut sebelum kita bergerak ke arah mereka. Herannya, langkah pertama untuk mengenal audiens adalah memahami narasi dan narasi mendalam yang membentuk dan menghidupi sistem tempat mereka hidup. “Narasi akan menjelaskan bagaimana masyarakat seharusnya bekerja. Narasi menggunakan nilai untuk menetapkan norma dan mendorong orang untuk baik menegakkan norma ini atau mengubah norma ini. Narasi membentuk penalaran dan respons, akal sehat dan konsensus. Narasi akan membentuk dan membentuk ulang batasan-batasan apa saja yang mungkin.” Jen Soriano, Joseph Phelan, Kimberly Freeman Brown, Hermelinda Cortés, Jung Hee Choi , Menciptakan Ekosistem untuk Kekuatan Naratif Jangan bingung antara narasi sistem (apa yang kita semua alami) dengan nilai-nilai para penguasa atau pihak yang dapat mempengaruhi yang berkuasa. Kita akan fokus pada nilai-nilai di Bab 14. “Walaupun pernyataan 'Black Lives Matter' pada permukaannya memiliki makna yang sangat jelas dan langsung, ketika dihubungkan dengan cerita-cerita tentang pembunuhan polisi terhadap orang kulit hitam yang tidak bersenjata, cerita-cerita ini menciptakan narasi yang lebih besar tentang penindasan sistematis dan kekerasan terhadap orang kulit hitam di AS.” Laporan ReFrame Untuk menjelaskan bagaimana narasi bekerja, kita menggunakan grafik air: Pandangan dunia dan narasi berubah selama krisis. Ini bukan satu cerita tunggal tetapi banyak cerita yang diceritakan oleh berbagai orang, media, media sosial, pemerintah, masyarakat sipil, anggota keluarga Anda, yang mengonfirmasi narasi atau kontra-narasi dan membentuk pandangan dunia kita. Narasi mendefinisikan bagaimana orang percaya dan bertindak. Kita dapat memberikan banyak fakta dan informasi, tetapi narasi pada akhirnya akan membentuk bagaimana informasi ini dipahami serta jalur untuk perubahan. Misalnya, jika Anda dibesarkan dengan narasi bahwa kerja keras mengarah pada kesuksesan (seperti 'Ideologi Mimpi Amerika') maka ini menjadi akal sehat dan Anda akan bekerja keras. Anda akan sulit untuk mundur dari atau hancurkan narasi itu, walaupun banyak fakta dan informasi yang mungkin membantah keyakinan ini. Penataan: Pilihan yang kita buat dalam cara menyampaikan ide (secara sadar atau tidak sadar) yang membentuk cara orang berpikir, merasa, dan bertindak, biasanya diarahkan untuk perubahan jangka panjang. Kita membingkai ide-ide kita menggunakan langkah-langkah berikut: Narasi Mendalam: Pola pikir dominan suatu sistem yang membantu orang dan institusi di dalam sistem untuk bisa memahami dunia. Seperti adanya 12 not pada garis not balok, garis itu membentuk batas pemahaman kita. Mirip dengan tingkat "Mengapa" dari sebuah sistem. Narasi: Sebuah ide besar yang dibentuk oleh orang-orang yang berkuasa, untuk membantu kita memahami dunia - seperti narasi bootstraps tentang mencapai kesuksesan sendiri melalui kerja keras. Sebuah narasi akan membentuk apa yang kita pikirkan, percayai, dan lakukan. Seperti musik,narasi dapat dirasakan dengan mendalam. Sebuah narasi memiliki pemeran, plot, lokasi - seperti Perjalanan Sang Pahlawan. Narasi terdiri dari cerita. Mirip dengan tingkat "Siapa" dari sebuah sistem. Cerita: Poin akses utama yang luas untuk pemahaman - suatu cerita tertentu tentang peristiwa atau ide yang kita lihat, dengar, atau alami bersama, sehingga memperkuat narasi. Suatu cerita selalu memiliki tokoh, plot, dan lokasi - seperti Luke Skywalker dalam Star Wars atau sebuah karya musik tertentu. Mirip dengan tingkat "Di mana" dari sebuah sistem. Interaksi: Pertukaran serta saran dan masukan suatu informasi yang memungkinkan narasi mengalir dan sistem berfungsi. Seperti ketika musisi berinteraksi satu sama lain dalam "panggilan dan respons." Mirip dengan tingkat "Bagaimana" dari sebuah sistem. Pesan / Pengiriman Pesan: Sebuah informasi, topik diskusi, frasa atau tagar yang sesuai dengan momen politik, biasanya ditujukan untuk mencapai perubahan sikap/perilaku jangka pendek. Seperti setiap not musik. Mirip dengan level "Apa" dari sebuah sistem. Sekarang kita telah mengetahui sistem (Bagian 1) dan hubungan serta lingkaran dalam yang memberdayakannya (Bagian 2), dalam bab ini kita melihat narasi yang menjaga kesehatan sistem. Pelajari cara menjangkau dan mengaktifkan audiens kunci sebelum memikirkan taktik. Langkah-langkah yang harus diambil adalah sebagai berikut: Cari tahu dan lakukan dekontruksi narasi utama dan narasi kontra yang mungkin ada dalam sistem sesuai dengan: Asumsi dan kemungkinan bias kita sendiri: Kita semua adalah produk dari budaya dan cara didik kita. Supremasi kulit putih adalah salah satu contoh, tetapi ada banyak -isme yang dapat mempengaruhi pemikiran bawah sadar kita dan kemampuan kita untuk mengenali bias. Dunia cerita: Apa latar belakang, plot utama, dan siapa saja pemeran kunci? Inilah lingkungan tempat terjadinya narasi. Pekerjaan oleh perusahaan multinasional untuk mengekstrak dan mengekspor sumber daya alam dapat dipresentasikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan bagi para pemuda. Setiap cerita pasti memiliki penjahat. Siapa penjahatnya di sini? Cerita yang diceritakan: Siapa yang menceritakan cerita itu? Mengapa kita diharapkan untuk mempercayai cerita atau orang ini? Identitas pendongeng mempengaruhi bagaimana narasi diterima dan dipahami. Kita mungkin lebih mempercayai seorang pemimpin komunitas daripada seorang Presiden. Kisah yang didengar: Apa yang kita yakini? Siapa yang menang, kalah, atau disalahkan? Bagaimana kita bisa campur tangan? Mungkin ada cerita di bawah cerita yang sedang kita dengar. Apakah orang lain mungkin memahami cerita ini secara berbeda dari kita, tergantung pada situasi mereka? Apa tujuan cerita itu dalam konteks ini? Petakan narasi ini dan media yang dapat mendukung atau memblokirnya menggunakan peta laut. Pertimbangkan peran apa yang perlu Anda mainkan untuk mendukung narasi baru/kontra: buat, kontra, perkuat, reframing atau lampirkan. Supaya suatu narasi menjadi populer, kita harus memastikan berbagai orang menceritakan kembali narasi tersebut dengan kata-kata dan cerita mereka sendiri. KONSEP Bagaimana populis menggunakan narasi Populis menggunakan krisis untuk mengubah narasi. Ketika Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022, dilaporkan bahwa industri minyak bergerak cepat untuk mengaktifkan berbagai orang untuk menceritakan kisah bahwa ini akan menciptakan kelangkaan sumber daya yang berarti harga minyak dan bensin pasti meningkat. Organisasi masyarakat sipil secara umum perlu meningkatkan keterampilan naratif mereka selama krisis meskipun ada beberapa contoh pekerjaan yang baik. Lihat Bab 19: Foresight adalah 20:20 untuk tips tentang cara merencanakan sebelumnya untuk krisis dan peluang. Dalam gambar di bawah ini, Mindworks Lab di India menunjukkan bagaimana narasi berbahaya terhadap agama minoritas dibangun dan diperkuat oleh berbagai cerita dan pesan di berbagai institusi, serta tingkat sistem. KONSEP Fitur narasi Untuk setiap narasi ada kemungkinan kontra-narasi. Lihat contoh di bawah ini tentang narasi dominan dan kontra-narasi mengenai hukuman mati, imigrasi, dan ketidaksetaraan ekonomi. Sementara ini akan bervariasi tergantung pada negara dan masyarakat, ada tema umum yang muncul. Penting untuk memahami bagaimana ini muncul di negara kita untuk membangun narasi tandingan yang tepat. Diagram kedua di sini menunjukkan berbagai aspek yang perlu kita pertimbangkan saat mengembangkan kontra-narasi. Contoh: Analisis kekuatan naratif - Cerita yang diceritakan Sumber (baik tabel maupun tabel yang disesuaikan) Institut FrameWorks. (2021). Fitur Narasi: Model Bentuk Naratif untuk Upaya Perubahan Sosial. Institut FrameWorks. Selengkapnya Institut Kerangka Kerja MetGroup Laboratorium Mindworks Inisiatif Naratif CERITA Perempuan menggunakan Anlu untuk perubahan sosial dan politik, Kamerun Pada 1958, para petani wanita di daerah Kom dan Kedjom di Grassfields Barat Kamerun menghadapi beberapa ancaman yang mereka anggap secara sistematis merongrong kekuatan mereka. Ini termasuk perambahan ternak Fulani di lahan pertanian mereka, penerapan metode pertanian baru (budidaya kontur), dan desas-desus bahwa tanah mereka mungkin akan dijual kepada kendali Nigeria oleh Kamerun National Congress (KNC), sebuah partai politik yang beraliansi dengan Nigeria. Para wanita perlu melawan ancaman ini dengan menantang struktur kekuasaan dan narasi yang ada yang berusaha mengurangi pengaruh mereka. Mereka bertujuan untuk melindungi tanah mereka, menegaskan otoritas mereka, dan mempengaruhi arah politik wilayah mereka demi Kamerun National Democratic Party (KNDP), yang menentang KNC. Perempuan lokal memanfaatkan praktik dan jaringan tradisional perempuan yang disebut anlu untuk mengorganisir kampanye perlawanan non-kekerasan berskala besar untuk melawan narasi ini. Jaringan secara tradisional digunakan untuk menghukum mereka yang melanggar norma sosial - menciptakan pengaruh di tingkat Mengapa dan Siapa dalam sistem. Jaringan ini memiliki pengaruh yang tidak dapat ditentang oleh pria Kamerun. Aktivitas kampanye Kampanye anlu mengambil pendekatan berikut: Tindakan: Pawai40 mil oleh ribuan wanita untuk berkumpul di Njinikom, di mana mereka mengadakan demonstrasi mingguan, mengganggu pertemuan kolonial, dan mengejek pejabat kolonial serta pria lokal yang berkuasa. Simbolisme: Para wanita pengunjuk rasa mengenakan pakaian simbolis, seperti kain perca, tanaman hijau, dan pakaian pria, serta membawa cabang untuk meniru senjata, menantang peran gender tradisional dan mengklaim kekuasaan yang biasanya diperuntukkan bagi pria. Aliansi: Mereka menyelaraskan diri dengan partai politik KNDP, yang berlawanan dengan KNC. Perlawanan non-kekerasan: Protes membuka pakaian, bernyanyi, mengejek pejabat, dan ketidakpatuhan sosial. Tantangan terhadap infrastruktur sistem (Tingkat bagaimana) dan input serta output (Tingkat apa): menurunkan kehadiran sekolah sebesar 50-70% dengan menarik anak-anak mereka keluar dari sekolah yang terkait dengan partai KNC. Narasi baru yang kuat: Mereka menciptakan pemerintahan paralel, dengan para pemimpin mereka mengambil gelar yang mengejek sistem kolonial Inggris. Untuk menciptakan narasi baru yang kuat ini, para petani wanita membangun narasi yang populer dan tak tertahankan untuk mengalihkan kekuasaan kembali kepada mereka:: Pendekatan perubahan naratif Menantang Asumsi dan Kemungkinan Bias: Petani wanita menyadari bahwa otoritas kolonial dan pemimpin pria lokal cenderung beroperasi di bawah bias kolonialisme dan patriarki yang melihat wanita sebagai kurang memiliki otoritas atau kemampuan untuk menantang keputusan politik dan pertanian. Para wanita menggunakan pengetahuan budaya mereka, seperti kekuatan anlu sebagai mekanisme penegakan sosial, untuk melawan asumsi-asumsi ini. Tindakan para petani wanita juga menantang bias yang terinternalisasi dalam komunitas mereka, menegaskan bahwa wanita tidak hanya dapat berpartisipasi tetapi juga memimpin perlawanan politik. Kampanye ini memaksa baik pria lokal maupun kekuatan kolonial untuk menghadapi bias mereka sendiri tentang gender dan kekuasaan. Dunia Cerita Pengaturan: Wilayah Pedesaan Grassfields Barat di Kamerun, di bawah kendali kekuatan kolonial dan dipengaruhi oleh struktur patriarkal lokal. Narasi para penjahat mempromosikan praktik pertanian baru dan kontrol politik, sementara para wanita berjuang untuk mempertahankan cara hidup dan kekuasaan mereka dalam komunitas mereka. Plot utama: Perjuangan para petani perempuan untuk melindungi tanah, otonomi, dan praktik tradisional mereka dari ancaman eksternal. Karakter kunci: Petani wanita dari Kom dan Kedjom (protagonis); Otoritas kolonial dan pemimpin laki-laki lokal (antagonis); Partai politik KNDP berada dalam peran pendukung, berlawanan dengan KNC yang beraliran kolonial. Cerita yang Diceritakan Pendongeng: Terutama wanita dari gerakan anlu . Mereka adalah narator perlawanan mereka, menggunakan tindakan, simbol, dan tradisi untuk mengkomunikasikan cerita mereka kepada komunitas mereka dan kekuatan kolonial. Kerangka: Pemberdayaan, keadilan, dan perlawanan terhadap penindasan. Rasa Percaya: Dibuat karena cerita ini berakar pada pengalaman hidup dan pengetahuan budaya para petani wanita ini, menjadikannya otentik dan beresonansi dengan komunitas mereka. Posisi: Para anlu wanita menggunakan posisi mereka sebagai anggota komunitas dan penjaga norma sosial untuk memberikan kredibilitas pada tindakan dan tujuan mereka. Cerita yang Didengar Pada awalnya, otoritas kolonial dan pemimpin pria setempat mungkin melihat perlawanan perempuan sebagai tantangan yang mengganggu dan tidak rasional terhadap tatanan yang sudah mapan. Tetapi cerita mendasar yang bergema di masyarakat dan semakin dipahami oleh pihak berwenang adalah cerita tentang perlawanan yang benar terhadap penindasan, seruan untuk keadilan, dan tuntutan untuk penghormatan serta pengakuan atas hak-hak mereka. Di dalam komunitas petani perempuan, cerita itu didengar sebagai pernyataan kuat tentang agensi mereka dan tantangan terhadap otoritas kolonial dan patriarkal. Keberhasilan Kampanye anlu petani wanita sangat sukses karena berhasil: Membuat pemerintah tradisional tidak berdaya untuk menangani kampanye. Menggagalkan upaya para non-pendukung. Secara signifikan mengganggu administrasi kolonial. Upaya mereka juga berkontribusi pada kemenangan pemilihan untuk KNDP pada 1959. Selama beberapa tahun ke depan, pemerintah secara bertahap memenuhi tuntutan gerakan tersebut. Gerakan anlu menjadi kekuatan politik yang sangat besar di wilayah tersebut, mempengaruhi gerakan kemerdekaan Kamerun. Baca lebih lanjut: https://nvdatabase.swarthmore.edu/content/cameroonian-women-use- anlu -perubahan-sosial-dan-politik-1958-1961 CERITA Pawai minirok, Zimbabwe Di Zimbabwe, satu pandangan tradisional mengklaim bahwa wanita tidak boleh mengenakan pakaian yang terbuka, atau berisiko mengalami pelecehan di tempat umum. Tetapi pada bulan Desember 2014, sebuah video menunjukkan seorang wanita di Harare yang diintimidasi secara publik dan dilucuti pakaiannya, menyebabkan kemarahan publik. Para aktivis perempuan berkumpul untuk menantang dan mengubah ideologi budaya yang memungkinkan pelecehan publik terhadap perempuan dan untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan. Mereka melakukan ini dengan: Memahami Kekuatan Narasi Memakai Momen Tepat: Para aktivis tahu bahwa video pria yang mengganggu dan mempermalukan wanita itu menjadi viral secara nasional dan global, menarik perhatian dan kemarahan. Menyiapkan Narasi Penyeimbang: Para aktivis memutuskan untuk menggunakan momen "malu" ini untuk mengembangkan narasi tandingan bahwa perempuan memiliki kebanggaan dan kekuatan, melawan norma-norma budaya yang mengklaim untuk membenarkan pelecehan. Mengorganisir Protes Maret Pakai Rok Mini: Katswe Sistahood, sebuah kelompok hak perempuan yang bekerja pada hak seksual dan reproduksi, mengatur sebuah pawai di jalan di mana 200 wanita mengenakan rok mini dan pakaian ketat, berteriak "Kami bisa berpakaian sesuka hati." Pawai dipublikasikan melalui organisasi akar rumput dan dari mulut ke mulut. Mengguncang Warga Dapatkan Perhatian: Pawai tersebut menerima berbagai reaksi dari publik tetapi signifikan dalam meningkatkan kesadaran tentang hak-hak perempuan dan kebutuhan akan ruang yang aman. Aksi Jalan Massa: Sekelompok wanita berbaris melalui Harare, secara terbuka menentang norma budaya dan memprotes terhadap pelecehan di jalan. Para pria elit dipermalukan sehingga harus bertindak. Pemerintah dan polisi mengambil tindakan sebagai respons Keadilan: Pria-pria yang mengganggu wanita dalam video tersebut telah ditangkap dan dituntut. Dukungan yang berpengaruh: Pawai tersebut mendapatkan dukungan dari para pemimpin politik yang memperjuangkan kebebasan wanita untuk berpakaian sesuai keinginan mereka. Perubahan Naratif: Protes tersebut membantu menumbuhkan narasi tandingan tentang kebanggaan dan pemberdayaan di kalangan perempuan dalam masyarakat, yang menentang rasa malu yang disebarkan oleh pandangan tradisional yang lebih umum. Momentum: Perempuan telah mengubah kekuatan kolektif mereka dan menuntut hak mereka untuk keselamatan dan kebebasan berekspresi. Dengan demikian, gerakan perempuan tidak selalu sepakat tentang pendekatan yang diambil untuk tantangan ini, yang mungkin telah mengurangi dampaknya. Ketidaksetaraan gender dan gerakan perempuan terus berjuang di Zimbabwe seperti yang terjadi di seluruh dunia. Baca lebih lanjut: https://beautifultrouble.org/toolbox/tool/miniskirt-march ALAT Gelombang naratif Dalam kelompok, periksa Grafik Tanah Anda (Bagian 1), serta Konstelasi Hubungan dan Lingkaran Mendalam (Bagian 2). Secara individu, luangkan 15 menit untuk: Merenungkan bias pribadi: Kita semua adalah hasil dari keadaan dan pola asuh kita. Supremasi kulit putih adalah salah satu contoh, tetapi ada banyak -isme lain yang dapat memengaruhi cara berpikir bawah sadar kita dan bahkan kemampuan kita untuk mengenali bias. Tuliskan narasi yang diterima, berlawanan, dan yang sedang muncul dalam sistem. Tulis di kertas tempel dan letakkan di grafik untuk menunjukkan bagaimana narasi itu berkembang di seluruh sistem. Dalam kelompok, luangkan 10 menit untuk: Letakkan di grafik platform/saluran media yang paling sering digunakan di mana narasi utama disampaikan; dan juga yang dapat mendukung narasi tandingan Anda. Diskusikan bagaimana Anda dapat membantu narasi baru/tandingan melalui saluran media tersebut dengan menggunakan lima taktik yang disebutkan sebelumnya dalam bab: Ciptakan: Apakah Anda perlu menanam narasi mendalam, narasi, atau cerita baru? Tandingi: Apakah Anda perlu menghadapi narasi berbahaya lain sebelum atau bersamaan dengan menyampaikan narasi Anda? Perkuat: Apakah orang lain dalam sistem perlu didengar lebih luas? Membingkai ulang: Apakah Anda perlu mengubah cara orang memahami sebuah cerita yang ada? Hubungkan: Bisakah Anda menggunakan krisis atau peluang untuk mempromosikan narasi alternatif Anda? Untuk lebih lanjut tentang bagaimana menghadapi krisis atau peluang, lihat Bagian 4: Badai. Bab Sebelumnya Bab Berikutnya

  • Bab 19: Foresight adalah 20:20 | Uncommon Sense

    Bagian 4 Storms Bab 19 Foresight adalah 20:20 Persiapan dan latihan adalah tulang punggung tanggapan krisis. Tanda peringatan memberi sinyal badai lebih awal; berlatih skenario membangun ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan kepercayaan. Dengan peran bermain dan sistem pemantauan, organisasi dapat mengantisipasi tantangan alih-alih bereaksi secara buta. Anda belumlah siap hingga Anda telah berlatih untuk merespons. Membangun rasa percaya bisa memakan waktu bertahun-tahun tetapi bisa hancur hanya dalam hitungan beberapa menit. Ada krisis yang datang tiba-tiba, sementara yang lain, seperti pemotongan dana atau narasi anti-imigrasi, datang perlahan-lahan. KONSEP Tanda peringatan Dalam ekosistem alami, lumba-lumba mendeteksi perubahan salinitas air dan burung mendeteksi perbedaan tekanan udara untuk mengetahui kapan badai akan datang. Kita perlu sistem serupa untuk memantau tanda-tanda awal bahwa krisis atau peluang akan datang, dan kita juga perlu berlatih apa yang akan kita lakukan ketika badai datang. Kami merekomendasikan: Menggunakan bagian grafik badai pada Apa yang harus dipantau untuk mencari tanda-tanda peringatan Membuat termometer untuk mengukur tingkat keparahan krisis dan peluang, serta mencari tahun kapan harus memantau / mempersiapkan / merespons / beralih. Buat rencana untuk hadapi ketidakpastian. Kita harus mulai dari apa yang perlu diubah dan hambatan untuk perubahan, dan menempatkan upaya kita dalam orbit itu, dan jangan bahwa membayangkan semuanya berasal dari apa yang kita lakukan. Dari situ kita dapat mencari cara untuk maju. Dan kemudian lakukan terus menerus. Jim Coe dan Rhonda Schlangen, Tidak Ada Jalan Kerajaan KONSEP Membangun ketahanan Demikian pula, dasar dari kampanye atau organisasi yang kuat tidak hanya terletak pada perencanaan tetapi juga pada membangun budaya. Ini memperkuat ketahanan kita serta kemampuan kita untuk menggunakan empat strategi untuk badai dan kemampuan kita untuk beradaptasi dengan cepat. Beberapa organisasi menganjurkan ketahanan mengorganisir sebagai lawan dari mengorganisir kampanye - memprioritaskan ketahanan, budaya, dan kekuatan gerakan sama pentingnya dengan perubahan eksternal yang Anda cari..* Kami sarankan Anda melihat kampanye atau organisasi Anda sebagai sebuah sistem, mencari tanda-tanda peringatan badai, dan membangun ketahanan sebagai berikut: Pengetahuan dan praktik komunitas dari berbagai generasi telah membantu manusia untuk bertahan dan beradaptasi dengan bencana alam. Selama pandemi COVID-19 di Colombia, komunitas Inga menggunakan jaringan komunitas yang kuat untuk mengatur distribusi panen berdasarkan lokasi keluarg, sehingga membantu mereka menjalankan pembatasan pergerakan.** Para penggagas kampanye harus selalu siap menghadapi krisis atau peluang. Manajemen krisis yang baik adalah 90% persiapan. Dengan mempraktikkan skenario kunci, para penggagas kampanye dapat membangun ketahanan dan kemampuan beradaptasi. Jalan yang paling umum menuju kesuksesan bukanlah inovasi mentah, tetapi kemampuan mengendarai gelombang perubahan dengan terampil. Richard Rumelt, Good Strategy Bad Strategy Organisasi sering merencanakan krisis dengan menuliskan daftar risiko dengan lengkap tetapi jarang membuat daftar peluang. Beberapa evaluator menyarankan melakukan analisa "pre-mortem" dengan membayangkan jika kampanye gagal seminggu setelah diluncurkan dan mencari tahu apa yang salah. Kami mengusulkan untuk melangkah lebih jauh. Setelah memahami sistem (Bagian 1), membuat grafik badai (Bab 15) dan memahami respons pemangku kepentingan internal dan eksternal yang baik (Bagian 3) - jalankan latihan "peran" secara langsung untuk setiap ancaman dan peluang kunci. Diskusikan strategi mana dari empat strategi di Bab 18 yang mungkin Anda butuhkan. Kami merekomendasikan prinsip-prinsip berikut yang terinspirasi oleh praktik ketahanan dalam latihan Anda: Praktik kolektivisme: Bagikan sumber daya dan belajarlah dari orang lain yang terdampak. Tetap terhubung: Siapkan metode komunikasi alternatif jika yang biasa gagal. Jaringan hibrida yang menggabungkan pesan instan dengan penyebaran fisik dapat menjangkau lebih jauh. Melindungi koneksi kritis: Dukung orang tua, wanita, dan lainnya untuk supaya komunitas tetap bersatu. Cari kebaikan dan gali tradisi: Luangkan waktu untuk aktivitas positif seperti permainan atau musik. Ambil sudut pandang jangka panjang: Hari ini lakukan hal-hal yang akan membantu dalam jangka panjang. Sumber: Baca lebih lanjut tentang cara mengorganisir berbasis ketahanan dari Proyek Keadilan dan Ekologi Generasi Gerakan yang berbasis di AS di sini: https://commonslibrary.org/propagate-pollinate-practice-curriculum-tools-for-a-just-transition/ **https://www.ifad.org/ar/web/latest/-/story/indigenous-knowledge-and-resilience-in-a-covid-19-wor-1 Selengkapnya Langkah-langkah lebih lanjut yang dapat Anda ambil: https://www.theguardian.com/commentisfree/2017/jun/20/authoritarianism-trump-resistance-defeat Langkah-langkah yang dapat Anda ambil termasuk: membangun dan mendanai jaringan dukungan sekutu - lihat sistem respons cepat Solidaritas Uganda di sini: https://mobilisationlab.org/resources/creating-a-rapid-response-system/ Bagaimana disinformasi bekerja secara efektif dan bagaimana ruang berita dapat menirunya: https://www.niemanlab.org/2018/11/whats-disinformation-doing-right-and-what-can-newsrooms-learn-from-it/ CERITA Mencari tahu strategi perusahaan minyak sawit, Indonesia Produksi massal minyak kelapa sawit di Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat lokal serta gerakan hak asasi manusia dan lingkungan hidup akibat adanya konversi lahan dan kehilangan hutan secara besar-besaran. Para aktivis lingkungan juga telah menjadi khawatir tentang keterlacakan dan aspek sosial seperti hak-hak buruh dalam rantai pasokan minyak kelapa sawit. Setiap tahun selama momen politik dan musim kebakaran hutan (puncaknya biasanya dari Juli hingga September), minyak sawit menjadi isu yang sangat diperhatikan di media. Industri minyak sawit telah sangat sukses dalam menggunakan Hubungan Masyarakat (Public Relations, PR) untuk menciptakan gelombang pembangunan (lihat Grafik Gelombang sebelumnya di Bab dan Bagian ini) saat ini untuk mempengaruhi debat publik Indonesia untuk mendukung pekerjaan mereka. Masyarakat sipil Indonesia fmenyatakan perlunya membangun kolektivisme dan ketahanan untuk lebih baik mempengaruhi dan kemudian membentuk debat publik tentang minyak sawit. Komunikator Masyarakat Sipil mengidentifikasi strategi PR yang terorganisir dan konsisten yang digunakan oleh industri minyak sawit: Tanda peringatan: Di mana: Media bisnis dan ekonomi serta media sosial menampilkan banyak artikel dan cerita tentang minyak sawit. Siapa: Pejabat pemerintah dan akademisi adalah juru bicara kunci. Siapa: Narasi utama biasanya dibentuk oleh pihak yang berkuasa dan terkait dengan pengembangan ekonomi yang memposisikan minyak sawit sebagai komoditas yang mengurangi kemiskinan dan menyediakan pekerjaan bagi masyarakat dan petani kecil. Mengapa: Narasi yang mendalam adalah nasionalisme di tengah campur tangan asing Menyoroti bagaimana industri minyak sawit telah menjadi kebanggaan Indonesia, Membingkai "pilihan palsu" bahwa LSM atau negara asing yang "mengkritik" industri adalah orang asing yang mencoba merugikan bisnis minyak sawit / mencoba untuk 'mengatur' apa yang boleh dilakukan ndonesia. Masyarakat sipil mengembangkan kampanye bersama sebelum musim puncak kebakaran hutan yang dapat mencegah beberapa retorika industri minyak sawit mendominasi media: Strategi ketahanan untuk membantu organisasi mensimulasikan skenario untuk menyerang, menghindar, dan beradaptasi: Bagaimana dan Apa: Mereka tampilkan cerita komunitas lokal untuk menambah perspektif tentang apa yang terjadi di lapangan untuk melawan narasi saat ini yang menyoroti aspek ekonomi dan manfaatnya bagi petani kecil. Siapa: Bermitra dengan akademis untuk memiliki data yang kredibel dan terkurasi untuk membongkar dan mempertanyakan klaim yang dibuat oleh perusahaan. Mengapa: Kembangkan narasi kontra yang juga menggunakan sudut pandang ekonomi dan nasionalisme, dan libatkan komunitas bisnis untuk mencari cara bagi mereka untuk menceritakan kisah yang terkait dengan narasi kontra ini. Mengetahui momentum dan taktik industri minyak sawit telah menjadi kunci untuk persiapan yang akan membuat badai mereka lebih mudah diatasi. Ini membantu masyarakat sipil Indonesia untuk membangun ketahanan dan memantau saat badai datang. ALAT Sistem Peringatan Dini Sepakati tanggung jawab Tinjau bagan Badai Anda. Tambahkan tanggung jawab pemantauan pada Post-It di lingkar luar seperti yang ditunjukkan di sini, dengan nama anggota tim Anda yang akan bertanggung jawab – kami sarankan untuk bergiliran. Tetapkan dasa Atur termometer untuk memberi peringkat tingkat ancaman. Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk membantu Anda. Badai pengembangan Seberapa sering Anda ingin organisasi Anda disebutkan dan di media apa? Apakah Anda ingin ada artikel positif setiap bulan, atau itu tidak penting? Bagaimana Anda akan tetap terhubung dengan pendapat staf tentang pekerjaan Anda, memastikan mereka merasa pandangannya dihargai? Bagaimana Anda akan merayakan tindakan yang dilakukan? Apa yang ingin Anda ketahui dari audiens utama? Bisakah Anda melakukan survei tahunan? Adakah cara cepat untuk memeriksa pandangan ini? Badai situasional dan badai eksistensial Kapan sebuah ancaman atau peluang akan menjadi serius bagi Anda? Dengan siapa Anda bisa bekerja untuk menanganinya? Bagaimana Anda mungkin perlu berputar arah? ALAT Simulasi adalah pencegahan Kumpulkan kelompok berisi setidaknya 6 orang di 1–2 ruangan (dengan laptop) jika memungkinkan. Sertakan pengurus atau relawan jika perlu – penting untuk memiliki kelompok yang cukup besar. Pilih sebuah krisis atau peluang yang paling mungkin terjadi pada Anda, misalnya serangan besar-besaran di media arus utama dan media sosial terhadap organisasi Anda, atau donasi satu juta dolar dari seorang selebriti. Tuliskan dalam 2–3 kalimat. Pastikan skenario tersebut memiliki dampak serius bagi komunitas, organisasi Anda, dan komunitas yang Anda layani. Dalam kelompok, bagikan peran sebagai berikut: Satu orang untuk mengoordinasikan sesi dan mengatur waktu Satu orang untuk mewakili agresor atau pihak yang bertanggung jawab (misalnya CEO perusahaan ekstraktif) Satu orang untuk mewakili penegak aturan (misalnya pengambil keputusan pemerintah) Satu orang untuk mewakili dua atau lebih jurnalis Satu orang untuk mewakili anggota publik, troll, dan pemegang hak Satu orang untuk mewakili organisasi atau kampanye Anda Secara langsung, koordinator akan: Memulai timer Mengumumkan saat ada peristiwa atau berita baru yang harus direspons Memberitahu individu yang berperan bahwa mereka perlu bertindak atau merespons Setiap orang memutuskan sendiri apa yang akan dilakukan dan bagaimana merespons. Selanjutnya, ambil istirahat 20 menit dan lakukan refleksi tentang apa yang Anda pelajari dari latihan tersebut. Apa yang mengejutkan Anda? Skenario apa yang perlu Anda persiapkan dan bagaimana? Bab Sebelumnya Bab Berikutnya

  • Bab 22: Refleksi adalah tindakan | Uncommon Sense

    Bagian 5 Energy Bab 22 Refleksi adalah tindakan Bagian ini menyoroti pentingnya refleksi kolektif sebagai bentuk tindakan, dengan menggunakan alat seperti pemantauan, evaluasi, dan pembelajaran yang muncul untuk memahami bagaimana sistem sedang bergeser. Dengan mengambil inspirasi dari tradisi seperti yarning Aborigin dan praksis Paulo Freire, bagian ini menekankan pemaknaan perubahan melalui cerita, data, dan dialog komunitas. Tinjau perubahan di seluruh sistem sebelum fokus pada area Anda sendiri. Kita memahami perubahan dunia melalui cerita. Orang-orang Aborigin berbicara tentang "yarning," tindakan berkumpul dengan orang lain untuk berbicara dan membiarkan ide-ide muncul dan berkembang. Paulo Freire berbicara tentang praksis, atau aksi-refleksi: kebutuhan bagi orang-orang untuk terlibat dalam siklus aksi dan refleksi yang konstan untuk memahami dan mengubah realitas sosial mereka.* Kami mengusulkan agar kita mengakui refleksi sebagai bentuk tindakan. Kita perlu menjadikan tindakan hormat refleksi dengan orang lain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari kita. “Pemimpin yang... bersikeras untuk memaksakan keputusan mereka, tidak mengorganisir orang-orang--mereka malah memanipulasi mereka. Mereka tidak membebaskan, juga tidak dibebaskan: mereka menindas” Paulo Freire Pertanyaan pertama dari refleksi adalah "Apa?" Dengan kata lain, apa yang kita evaluasi? Metode refleksi umum termasuk pemantauan, evaluasi, atau penilaian dampak untuk melihat apakah tujuan tercapai. Penting untuk mengukur apa yang penting, bukan hanya apa yang mudah. Pendekatan yang tidak biasa dimulai dengan melihat apakah dan bagaimana sistem berubah, dalam hal pergeseran kekuasaan, perubahan narasi, dan perubahan pada Bintang Dekat, Bintang Panduan, dan lingkaran dalam. Ini membantu kita melihat perubahan yang mungkin tidak disadari dan memberi informasi dalam pembuatan rencana. “Masa lalu bukanlah entitas yang tetap, tetapi cerita yang terus berubah yang kita ceritakan kepada diri kita sendiri.” Adam Curtis Sepanjang buku ini, kami telah mengusulkan indikator untuk membantu Anda memantau kampanye Anda saat berlangsung: Batas System dan isinya Hubungan dan lingkaran dalam membuat Sistem tetap seimbang. Para pemangku kepentingan target dan Navigasi kami untuk menjangkau dan mengaktifkan mereka Badai yang mungkin kita temui Ini adalah elemen nyata dari sistem yang dapat Anda ukur. Dalam bab ini, kami berbagi dengan Anda alat dasbor api unggun untuk kerja kelompok untuk memahami perubahan dalam sistem. Jaga proses ini tetap sederhana dan mudah untuk dikunjungi kembali. Ketika Anda meninjau indikator-indikator ini, kami sarankan Anda merangkum dan mempertimbangkan temuan dengan menggunakan empat prinsip pembelajaran yang muncul***: Data mentah (penelitian, angka) dan data yang disaring (pendapat, cerita, dan pengalaman) Wawasan - memahami data tersebut Hipotesis - apa yang kami percayai dapat membantu kami berdasarkan hal di atas Peluang - Acara, pertemuan, atau waktu yang akan datang yang memberikan kesempatan untuk menguji pemikiran kita Setiap prinsip membantu kita memisahkan data dari wawasan, wawasan dari hipotesis, dan mengidentifikasi peluang untuk perbaikan. Sumber: * Pedagogi yang Tertekan ***Diadaptasi dari Four Quadrant Partners karya Emergent Learning Tables, http://www.pointk.org/resources/files/Introduction_to_Emergent_Learning_Tables.pdf CERITA Bell Bajao kampanye, India, 2008-2011 Breakthrough, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis di India dan AS, meluncurkan kampanye Bell Bajao (Bunyikan Bel) untuk mengajak pria dan anak laki-laki di seluruh India untuk mengambil sikap menentang kekerasan dalam rumah tangga dengan melakukan intervensi sederhana sebagai saksi – membunyikan bel pintu ketika mereka menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga terjadi. Kampanye memiliki tujuan-tujuan berikut: Jadikan isu ini bagian dari percakapan arus utama Tingkatkan pengetahuan tentang kekerasan rumah tangga dan ubah sikap masyarakat terhadap hal itu dan terhadap wanita yang HIV-positif Ubah perilaku individu Refleksi pada kampanye-kampanye sebelumnya untuk membentuk kampanye Bell Bajao: Dalam kampanye sebelumnya, pria ditampilkan terutama sebagai pelaku kekerasan. Bell Bajao berusaha untuk mengaktifkan nilai dan prioritas yang berfokus pada solusi dengan menyoroti peran pria sebagai pemimpin pemikiran, mitra, dan bagian integral dari solusi untuk mengurangi kekerasan Evaluasi kampanye sebelumnya menemukan bahwa pesan yang nuansa dari Breakthrough (menggabungkan HIV/AIDS dan Kekerasan Terhadap Perempuan) terlalu kompleks untuk diserap oleh audiens massal. Kali ini, organisasi tersebut menggunakan pesan yang luas dan mudah dipahami tentang kekerasan dalam rumah tangga, sehingga kesan lainnya menjadi terpinggirkan. Terobosan melakukan penelitian lebih lanjut termasuk melalui survei dasar tentang sikap publik terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menemukan bahwa: orang jarang mengambil tindakan ketika mereka melihat kekerasan dalam rumah tangga terjadi; bahwa baik pria maupun wanita sama-sama mungkin untuk mengambil tindakan; sementara pria cenderung memimpin dalam campur tangan jika mereka memang mengambil tindakan. Ini membantu memperbaiki pesan kampanye lebih lanjut, yang akhirnya menghasilkan pesan sederhana dan langsung 'Hentikan kekerasan dalam rumah tangga.' Bunyikan Lonceng', yang menyasar pria dan anak laki-laki sebagai audiens utama Pemantauan dan Evaluasi kampanye Bell Bajao Terobosan melakukan refleksi lebih lanjut dan mengidentifikasi: Perubahan pada tingkat sistem: Setelah dua tahun, kampanye tersebut tidak dapat menilai perubahan perilaku dan dampaknya terhadap wanita (Tingkat apa) tetapi berhasil mengumpulkan informasi tentang perubahan dalam pengetahuan dan sikap yang dibagikan. Tingkat Bagaimana (infrastruktur komunitas, penundaan, dan lingkaran): Banyak responden terkejut bahwa seseorang bisa menginterupsi kekerasan dalam rumah tangga "memberikan alasan sepele" Level di mana (aliran informasi): Kampanye berhasil menjangkau melalui jaringan media dan pendidikan di satu distrik, dan hanya melalui media di distrik lainnya. Di distrik pertama, kesadaran tentang Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga meningkat dari rata-rata 3% menjadi 21% Di distrik kedua, kesadaran tentang Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga meningkat dari rata-rata 3% menjadi 8% Siapa yang menentukan level (aturan dan siapa yang membentuknya): Tidak jelas apakah perubahan signifikan terjadi dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku di antara para pemimpin komunitas dan pembentuk opini secara khusus karena tidak ada studi mendalam tentang pendapat mereka. Level Mengapa (pola pikir): Data yang muncul dari pendapat yang diberikan oleh responden: Perubahan sikap: Penurunan yang signifikan (9%) dalam responden yang merasa bahwa wanita harus tetap diam ketika mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Peningkatan (90%) dalam responden yang merasa bahwa wanita harus mengambil tindakan hukum. Penurunan jumlah responden yang menyarankan bahwa wanita hanya perlu bertahan atau bunuh diri. Para responden umumnya berkata bahwa "seseorang harus berusaha untuk menghentikan kekerasan dalam rumah tangga". Mengubah pengetahuan dan sikap: Responden paling umum berbagi apa yang mereka pelajari dari iklan televisi adalah bahwa "seseorang dapat menghentikan kekerasan dalam rumah tangga tanpa mengatakan apa pun kepada pelaku." Sebelum kampanye, penelitian menemukan pemahaman yang sempit tentang kekerasan dalam rumah tangga, terutama mengaitkannya dengan pelecehan terkait mahar, sementara bentuk lain seperti penyalahgunaan emosional, ekonomi, dan seksual kurang diakui. Setelah kampanye, penelitian menemukan bahwa proporsi responden secara signifikan lebih tinggi melaporkan memahami bahwa penyalahgunaan emosional, ancaman, pengucilan ekonomi, dan penyalahgunaan seksual juga merupakan bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Setelah kampanye, proporsi responden secara signifikan lebih rendah menyatakan kekerasan dalam rumah tangga sebagai pelecehan terkait mahar. Perubahan dalam Hubungan dan Lingkaran yang membuat sistem tetap seimbang Penelitian pra-kampanye menunjukkan bahwa: Norma sosial membuat tetap berjalannya siklus berbahaya keheningan dan ketidakaktifan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Sebagian besar populasi percaya bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah pribadi, yang mengarah pada tidak adanya intervensi yang luas. Evaluasi pasca-kampanye menemukan: Perubahan positif dalam pendapat: di distrik yang dijangkau oleh media dan jaringan pendidikan, responden mengatakan mereka lebih cenderung melaporkan kekerasan dalam rumah tangga (47%), terutama di antara responden perempuan (69%). Perubahan dalam Pemangku Kepentingan Target dan Navigasi untuk menjangkau dan mengaktifkannya Waktu: Evaluasi menemukan bahwa setidaknya perlu dua hingga tiga tahun upaya yang berkelanjutan untuk mobilisasi komunitas. Sangat mungkin untuk membangun pengetahuan dan keterampilan lebih cepat, tetapi perubahan perilaku dan sikap memerlukan waktu. Navigasi: Kampanye perlu terus berinovasi untuk mempertahankan semangat - seperti melalui mobil video, yang populer di kalangan pemuda. Ini ditambahkan ke output yang ada melalui media, sekolah, televisi, radio, dan iklan cetak. Kampanye belajar untuk melakukan jangkauan melalui sekolah daripada hanya media, untuk memiliki dampak yang paling berkelanjutan pada perubahan pengetahuan dan sikap. Perubahan selama dan setelah tantangan dan peluang Data Mentah: Tantangan termasuk kendala keuangan selama tahunpenurunan ekonomi2009, keragaman bahasa di seluruh India yang memerlukan terjemahan, dan skeptisisme komunitas terhadap Breakthrough sebagai organisasi eksternal. Wawasan: Tantangan-tantangan ini memberikan wawasan tentang kebutuhan akan strategi yang dapat disesuaikan dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Misalnya, kesulitan dalam mengamankan waktu tayang gratis menyebabkan penekanan yang lebih besar pada mobilisasi akar rumput dan keterlibatan digital. Hipotesis: Kampanye tersebut menghipotesiskan bahwa meskipun ada tantangan finansial dan logistik, keterlibatan komunitas yang berkelanjutan, ditambah dengan penempatan media yang strategis, masih dapat mendorong perubahan yang signifikan. Kesempatan: Tantangan-tantangan ini juga menciptakan peluang untuk inovasi seperti fokus yang lebih besar pada platform digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas selama penurunan ekonomi. Terobosan yang disesuaikan dengan memperkuat upaya dalam acara yang dipimpin oleh komunitas, tur van video, dan mengintegrasikan pesan ke dalam budaya populer, memastikan keterlibatan yang berkelanjutan meskipun sumber daya terbatas. Baca lebih lanjut: https://www.endvawnow.org/uploads/browser/files/bell_bajao_case_study_indonesia.pdf ALAT Dasbor api unggun Bagian 1 Langkah 1: Buat ulang bagan sistem dan lingkaran mendalam dari Bagian 1 atau 2 dalam bentuk api unggun lima lapis, lalu tambahkan dengan Post-It hubungan kunci di setiap tingkat. Langkah 2: Tulis setiap perubahan dalam sistem di Post-It dan tempelkan di sisi kiri diagram. Langkah 3: Gambar garis tebal antara Post-It yang telah berkontribusi secara signifikan satu sama lain, baik positif maupun negatif. Langkah 4: Tinjau bagan tersebut. Apa yang dikatakan ini tentang bagaimana kampanye kamu berjalan? Langkah 5: Apa lingkaran mendalam terkuat? Apakah mereka menstabilkan / stagnan / jahat / baik? Apa artinya ini tentang di mana kamu perlu memfokuskan upaya? Apa konsekuensi yang tidak disengaja bagi bagian lain dari sistem, misalnya masyarakat sipil atau narasi dominan? Lebih dalam: Kamu bisa menggunakan Post-It merah, oranye, dan hijau untuk memberi peringkat seperti lampu lalu lintas pada pentingnya setiap perubahan. Bagan tersebut kemudian akan memberikan gambaran berwarna tentang bagaimana perubahan sistem berlangsung. Sebagai contoh: Tambahkan perubahan positif pada batas sistem (misalnya timmu dikonsultasikan oleh pemerintah) ke Post-It kuning di bagian Sistem. Tambahkan hubungan kuat yang telah terganggu ke Post-It hijau di bagian Keseimbangan. Tambahkan Badai yang menghambatmu ke Post-It merah muda di bagian Badai. Bagian 2 Ringkas temuanmu di bawah empat judul: Data mentah (penelitian, angka) dan data tersaring (opini, cerita, dan pengalaman) Wawasan - opini tentang data tersebut Hipotesis - apa yang kami yakini dapat membantu berdasarkan hal di atas Peluang - Acara, pertemuan atau waktu mendatang yang memberi kesempatan untuk menguji pemikiran kami Apa perubahan paling signifikan dalam sistem dan di tingkat mana? Apa yang bisa kamu rayakan? Apa yang bisa kamu perbaiki? Bab Sebelumnya Bab Berikutnya

  • Kontributor | Uncommon Sense

    Browse Chapters Close Home Contributors Content Filter Search Results Introduction Section 1: System Chapter 1: We live in systems Chapter 2: The simplicity of complexity Chapter 3: Levels are levers Chapter 4: Autonomy is myth Section 2: Equilibrium Chapter 5: Systems Do Not Die Chapter 6: Relationships Are Power Chapter 7: Solidarity is a verb Chapter 8: Force begets resistance Chapter 9: Loops can be unlocked Section 3: Navigation Chapter 10: Narrative is water Chapter 11: Needs are motives Chapter 12: Communities are currents Chapter 13: The messenger is the message Chapter 14: Values are bedrock Chapter 15: Decisions are learned Chapter 16: Emotion is oxygen Section 4: Storms Chapter 17: Storms are stories Chapter 18: Flexibility is perseverance Chapter 19: Foresight is 20:20 Chapter 20: Wrestling with trolls Chapter 21: Change is constant Section 5: Energy Chapter 22: Reflection is action Chapter 23: Truth is human shaped Chapter 24: Seeds are fruit Chapter 25: Endings are beginnings Conclusion Contributors Voices from around the world Uncommon Sense dibentuk oleh wawasan dan kolaborasi lebih dari 120 spesialis komunikasi iklim dari lebih dari 20 negara. Kearifan kolektif mereka membantu menyusun strategi, cerita, dan perangkat dalam halaman-halaman ini. Berikut adalah penulis dan editor yang menyaring pengetahuan global tersebut menjadi pelajaran dan wawasan yang dapat dibagikan yang ditemukan di seluruh Uncommon Sense. HUGH MOUSER A systems coach, campaign strategist and strategic communications leader, Hugh believes in the power of people, movements and organizations to think creatively and transform the world. Hugh has spent 20 years leading teams and building multi-country social and environmental justice organizing programs for NGOs from Greenpeace to Oxfam. An ICF-accredited coach, Hugh has helped leaders from across the corporate and non-profit sectors to achieve their goals from starting new businesses to winning campaigns. Hugh led the campaign that made age discrimination illegal in the UK, managed Greenpeace and Oxfam digital strategies that mobilized millions and secured climate commitments from Procter & Gamble and Kellogg, introduced Global Witness’s first successful planning toolset, and co-created a record-breaking anti-racist ActionAid crowdfunder with activists in Ghana. Hugh is passionate about biomimicry, complexity thinking and indigenous methods of inquiry. He is fluent in Spanish and Portuguese and is a committed intersectional feminist who believes in building sustainable and transformative movements. RATHANA CHEA Listed in 2024's Most Impactful Asian-Australians, the Winner of the Asia Pacific CEO of the Year Award, University Vice Chancellor's Human Rights Award, Centre for Independent Journalism Award and Advisor to the Groundswell Giving Major Donors Circle, Rathana is the Founding CEO of the Multicultural Leadership Initiative. Rathana has spent over 20 years working internationally strengthening people, building organisations and delivering impactful strategies. He has worked in the areas of environmental sustainability, climate change, human rights and technology. He has served on senior management and executive teams in Europe, Australia, Asia and globally for Greenpeace, Amnesty International, the Sunrise Project and other leading change agents. He has also served on countless boards, including as Vice Chair of ECC, a peak body for multicultural communities, as well as serving on the board of leading advocacy and campaign training institutes such as, New York based Mobilisation Lab and regionally-focused AktivAsia. Rathana has co-founded and successfully scaled up numerous social enterprise, not-for-profit and charity startups into fully-fledged impact-focused organisations across Asia and Australia. Rathana holds several qualifications across multiple disciplines from Oxford University, UNSW, the London School of Economics and Political Science, and the University of Technology Sydney. ENGGAR PARAMITA Communications professional with 15+ years of combined experience in multi-national advertising agencies and non-profit organisations. Her role is focused on advancing the use of strategic communications to help organisations achieve their objectives and have their voices heard. She has worked on development projects on various topics, such as sexual reproductive health, agroforestry, and climate adaptation. In her current work with the Strategic Communications Initiative in Indonesia (Development Dialogue Asia/DDA), she combines strategic grant-making, insights and research development, and partner collaboration to strengthen the pro-climate narrative building in Indonesia. In 2020 - 2023, she led the first-of-its-kind, nationally representative research on public beliefs and behaviour on climate change and collective action. The research project is a collaborative work with Communication for Change, Kantar Indonesia, and the Yale Program on Climate Change Communication. Enggar holds a Master of Communication from the University of Queensland, Australia and a Bachelor of Social Science from the University of Indonesia. DR. MERLYNA LIM Canada Research Chair in Digital Media and Global Network Society and a Professor of Communication and Media Studies at the School of Journalism and Communication, Carleton University. Lim's research and publications explore the interplay between digital technologies and society, focusing on power dynamics, justice, citizen engagement, and democratic processes. As the founder and director of the ALiGN Media Lab, Lim grounds her research empirically in Southeast Asia and the MENA region, advocates for recognizing the Global South as a crucial research hub, and emphasizes addressing its issues on its own terms. Her notable publications include Social Media and Politics in Southeast Asia (Cambridge University Press, 2024), Roots, Routes, Routers: Communication and Media of Contemporary Social Movements (Sage, 2018), and Online Collective Action: Dynamics of the Crowds in Social Media (Springer, 2014). In 2016, Lim was elected to the Royal Society of Canada's New College of Scholars, Artists, and Scientists. Throughout her career, she has delivered over 200 invited talks and received more than 150 media mentions. Before joining Carleton University, Lim held positions at Princeton University, Arizona State University, and the University of Southern California. For more, see: merlyna.org. DR. NICOLÁS LLANO A communication and media researcher, educator and practitioner. Currently, he is the Insights & Research Manager at Food Nature Climate Dialogue, the global strategic communication initiative of the Climate and Land Use Alliance. He holds a PhD in Communication Studies from São Paulo University and is a lecturer at Fundação Getúlio Vargas' School of Communication, Media and Information. DR. THELMA RAMAN Director of Research and Education at the Multicultural Leadership Initiative, Thelma has over 30 years in education and training across Australia, New Zealand and the Pacific Islands. She has held several academic and managerial roles across various institutions and organisations. Thelma has extensive experience in developing and presenting education and training programs for diverse audiences in a range of areas including climate change, sustainability and business. Thelma’s fervent belief in the power that education has to inspire change led her to complete a PhD in Education for Sustainable Development in 2017. Since then, she has been actively working to engage individuals, organisations, and communities to take action towards creating a safer and more sustainable world. Thelma holds qualifications across multiple disciplines including education, business, history, politics and geography from RMIT University, University of New South Wales, Deakin University, University of Auckland and the University of the South Pacific. She is also a Fellow with the Higher Education Academy, United Kingdom. MATT DAGGETT Founding Director of the Strategic Communications Initiative for the Climate and Land Use Alliance (CLUA). An accomplished philanthropic and non-profit leader with an expertise on environmental issues, strategic communications, global campaigns, and organizational governance. Mr. Daggett brings extensive experience managing teams and working with partners in Latin America, SE Asia, Europe, the US and Central & East Africa with a focus on catalyzing change towards more just, sustainable food, forest, and land use systems. Prior to joining CLUA, Matt was the Global Campaign Leader for Forests at Greenpeace International. In this role, he guided global teams advocating for forest conservation and Indigenous Rights protection in the Amazon, Congo Basin, Indonesia, and Northern Boreal forests. Previously, Matt served as the Strategy Director for Greenpeace USA, an Associate Partner at Dalberg Global Development Advisors, and a Consultant at the Boston Consulting Group in London. Matt earned an MBA at Oxford University in the UK and a BA in Government from Harvard University in the USA. DIYA DEB Executive Director of Mindworks Lab, a global cognitive science innovation lab . Incubated in Greenpeace, Mindworks pioneers new approaches to creating change built on understanding of how the human mind works. Diya grew up in India and has spent close to two decades working both in the grassroot and international NGO spaces in leadership roles . She has headed up campaigns in Amnesty International India and was the Campaign Director in Greenpeace India, worked with the Indian nobel peace laureate Satyarthi to mobilise millions of youth globally, worked in the field of child rights, human rights and climate for all these years to lead strategy, engage and mobilise people. She also has acted in advisory capacities to several non profits and has co-founded her own initiative PowerSouth focussed on women leadership in grassroots. Her experience of working in harsh political and social realities in India has strengthened her resilience in crisis and made her an advocate to decolonise knowledge and drive systemic change in the global south. JUDE LEE Leading the Climate Diversity Foundation, a long time womens' rights and environmental campaigner for over 20 years, Jude and is a leader in climate advocacy. She has a strong focus on promoting climate action, diversity, and JEDI(Justice, Equity, Diversity and Inclusion). Jude served as the Deputy Executive Director at Greenpeace East Asia, where they manage one of the organisation's largest offices and oversee an annual budget of approximately $45 million USD. Jude's work is characterised by a commitment to inclusive and equitable solutions for the most pressing environmental issues. As the lead for the Climate Diversity Foundation is the Director of Asia Partnerships for the Multicultural Leadership Initiative. NANA DARKOA SEKYIAMAH Cited as BBC's 100 inspirational and influential women in the world, Nana is the author of The Sex Lives of African Women, which Publishers Weekly described as “an astonishing report on the quest for sexual liberation” in their starred review. It was also listed by The Economist as the best book of the year. She is also co-founder of Adventures from the Bedrooms of African Women, a website, podcast and festival that publishes and creates content that tells stories of African women’s experiences around sex, sexualities, and pleasure. In 2022. In 2023, New Africa magazine listed her as one of 100 inspirational Africans. RENATA SENLLE A journalist with 20 years of experience in various areas of communication. Since 2020, she has been Communications Manager for strategic relationships with digital influencers focusing on socio-environmental issues at Diálogo Brasil. She has a master's degree in Communication Sciences from ECA/USP and a doctorate in Feminist Studies from the University of Coimbra. VON HERNANDEZ Leading Filipino environmental activist based in Manila, Philippines, who has been campaigning on climate and pollution issues for nearly 30 years. He is the Global Coordinator of Break Free from Plastic, a global movement of about 3,500 organizations representing millions of supporters, working. together to end the plastic pollution crisis. Previously, Von was Global Development Director of Greenpeace International where he oversaw the development and performance of Greenpeace’s national and regional offices worldwide. He also served as the Executive Director of Greenpeace Southeast Asia (GPSEA), where he led some of the group’s most successful campaigns and programs in Southeast Asia. He co-founded and spearheaded various environmental coalitions and partnerships at the national, regional, and global levels including the Ecowaste Coalition in the Philippines and the Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA). In 2003, he was awarded the Goldman Environmental Prize for his work, which led to the first national ban on waste incineration. Von was also recognized by Time magazine as one of the Heroes for the Environment in 2007. He graduated from the University of the Philippines (BA English), and holds a Masters degree in Public Management from the National University of Singapore. DR. AMIERA SAWAS A feminist researcher and advocate who works at the intersections of climate change, gender justice, public participation and the social contract. Amiera has almost 20 years experience working on these issues across academia, the private sector, think tanks and NGOs, with her most previous roles at Climate Outreach, ActionAid and the Grantham Institute for Climate Change at Imperial College. Amiera has a PhD on water and human rights in Pakistan and is a contributing author to the IPCC sixth assessment report on gender and climate security. As a person of both Syrian and Irish heritage, with close links to Pakistan, she has lived life with an acute awareness of the impacts of colonial histories and believes passionately in the need to decolonise. BEC SANDERS Director of Research at the FrameWorks Institute. Before joining the FrameWorks team in 2022, Bec worked for ten years in framing research, mostly in the UK and Europe. She was Research Lead at the Public Interest Research Centre and then a consultant supporting non-profits, charities and grassroots campaigners with evidence-based reframing strategies. She has led mixed-methods research on framing climate justice, anti-racism, and LGBTQIA+ equality. One of her areas of expertise is in values, and applying the Schwartz values model to communications. Working with the Common Cause Foundation she investigated the connection between perceptions of other people’s values and civic engagement, publishing on this in Frontiers in Psychology, and she was a contributing author to the Springer book Values and Behavior: Taking a Cross Cultural Perspective. Her work has also been featured in The Guardian, Vice and The Psychologist magazine. She holds an MA in Psychology and Philosophy from the University of Edinburgh. DR. LORI REGATTIERI Has directed global and regional portfolios in the philanthropic sector, successfully managing projects across multiple disciplines and regions. As the former Senior Fellow for Trustworthy AI at the Mozilla Foundation (2022-2023), they played a pivotal role in advancing ethical AI practices. In recognition of their impactful work, Lori received the Media Ecology Association's 2024 Jacques Ellul Award for Outstanding Media Ecology Activism. With over 15 years of experience, Lori has worked at the intersection of digital transformation, strategic communications, and policy strategies to promote just and sustainable technologies. Their expertise includes working with progressive political movements, climate justice, indigenous peoples, afro-descendants and local communities (IPADLC) rights, LGBTQIAPAN+, and queer issues, particularly in the Global Majority world. Lori collaborates with a range of stakeholders, including governments, inter-governmental agencies, foundations, companies, NGOs, CSOs, academia, and grassroots organizations. They earned a PhD in Communication and Culture from the Federal University of Rio de Janeiro (UFRJ). Their research has focused on cybernetics, information theory, digital methods, decolonial equity, and social justice, as well as internet laws and policy issues. More info is available at eco-midia.com. NATALIA VIDALON A senior strategic communications professional with more than 10+ years working in sustainable development, conservation, and indigenous rights. She has extensive experience in project design and management, qualitative research, and communication strategies for the private and public sector and environmental projects and organizations. Natalia has worked for the Ministry of Environment in Peru and civil society organizations, where she has led communications and fundraising strategies focused on fighting illegal activities, environmental defenders, advocacy in favor of Indigenous territorial rights, and establishing key protected areas, focusing on the Peruvian Amazon. She specializes in communication diagnosis, stakeholder and media engagement, and strengthening local communications initiatives. She is a Social Communicator from the Pontificia Universidad Católica del Perú, where she has also taught in the Communications Master Program. She has a master’s degree in International Development from the University of Manchester, UK. Currently, she works as Strategic Communications Manager in Peru for Diálogo Colombia & Perú. RIKA NOVAYANTI Co-founder and Steering Committee member of MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact). Her leadership led to the launch of a manifesto supported by the Vice President of Indonesia. Through this manifesto, MOSAIC developed initiatives to leverage Islamic philanthropy for climate funds and utilize Islamic infrastructure for climate solutions. MOSAIC also earned a Silver Medal in the Partnership and Collaboration category at the Anthem Awards. Her expertise is in strategic communications on climate and environmental issues. Currently she is consulting for the World Bank’s Environmental, Natural Resources and Blue Economy (ENB) team. She is also a Senior Advisor for Purpose Climate Lab, and serves as a Board Member for Solar Chapter, a nonprofit focusing on improving access to clean water through renewable energy and water monitoring systems. Rika has significant experience in structuring and implementing system convening and fostering collaboration among unlikely partners. Rika frequently writes or speaks on climate and environmental issues, particularly around environmental behavior and strategic communications. She is also an awardee of the USAID Program to Extend Scholarships to Achieve Sustainable Impacts (PRESTASI) and Australian Awards Scholarship (AAS). YEMI AGBENIYI A climate leader with a background in health policy and pharmaceuticals, Yemi is a experienced business operations and management leader. She currently serves as the Director of Global Operations for the Multicultural Leadership Initiative, where she plays a crucial role in shaping organisational strategy. Her work has allowed her to explore and champion sustainability and climate initiatives across Africa, striving to make the continent a safer and more sustainable place for its people. Yemi holds a degree in Pharmacy from Obafemi Awolowo University in Nigeria, along with additional certifications from the University of Cape Town and the University of Cambridge.

  • Filter Konten | Uncommon Sense

    Browse Chapters Close Home Contributors Content Filter Search Results Introduction Section 1: System Chapter 1: We live in systems Chapter 2: The simplicity of complexity Chapter 3: Levels are levers Chapter 4: Autonomy is myth Section 2: Equilibrium Chapter 5: Systems Do Not Die Chapter 6: Relationships Are Power Chapter 7: Solidarity is a verb Chapter 8: Force begets resistance Chapter 9: Loops can be unlocked Section 3: Navigation Chapter 10: Narrative is water Chapter 11: Needs are motives Chapter 12: Communities are currents Chapter 13: The messenger is the message Chapter 14: Values are bedrock Chapter 15: Decisions are learned Chapter 16: Emotion is oxygen Section 4: Storms Chapter 17: Storms are stories Chapter 18: Flexibility is perseverance Chapter 19: Foresight is 20:20 Chapter 20: Wrestling with trolls Chapter 21: Change is constant Section 5: Energy Chapter 22: Reflection is action Chapter 23: Truth is human shaped Chapter 24: Seeds are fruit Chapter 25: Endings are beginnings Conclusion Filter Konten Telusuri berdasarkan konsep , cerita , alat atau bagian untuk mengungkap wawasan yang paling relevan dengan cepat. Filter by Section Filter by Concept, Story or Tool Select Language CONCEPT Systems, Levels, and Levers Section 1: System STORY Buen Vivir, Bolivia and Ecuador Section 2: Equilibrium STORY Bell Bajao Campaign, India Section 5: Energy TOOL Changing Spectacles Section 5: Energy TOOL Deep Loop Section 2: Equilibrium TOOL Excavating Systems Levels Section 1: System TOOL Future Ripples Section 5: Energy CONCEPT How Populists Use Narrative Section 3: Navigation TOOL Networks and Ripples Section 3: Navigation CONCEPT It's Not Always What You Think It is Section 3: Navigation TOOL Networks Matrix Section 3: Navigation TOOL Navigation and Persuasion Section 3: Navigation STORY Planting Banana Trees to Shame Authorities, Zimbabwe Section 1: System STORY Racist Public Health Response, Australia Section 3: Navigation TOOL Shooting Star Section 2: Equilibrium TOOL Storm Strategies Section 4: Storms CONCEPT Ten Basic Personal Values Section 3: Navigation STORY The Chipko Movement, India Section 1: System STORY The Salt March, India Section 2: Equilibrium STORY Transgender Person Protection of Right Act, Pakistan Section 3: Navigation STORY Women Use Anlu for Change, Cameroon Section 3: Navigation STORY The Beginning of the End of the Gulag, Russia Section 2: Equilibrium STORY Ayuda a Delhi a respirar, India Section 1: System TOOL Bucle profundo Section 2: Equilibrium TOOL Cambiando lentes Section 5: Energy TOOL Anti-oppression checklist Section 2: Equilibrium TOOL Burning Through Bias Section 5: Energy CONCEPT Building Resilience Section 4: Storms STORY Cree Campaign Against Hydro Electric Project, USA Section 1: System CONCEPT Vicious Loop Section 2: Equilibrium CONCEPT Stagnating Loop Section 2: Equilibrium STORY Gezi Park Iftar, Turkey Section 4: Storms TOOL Human Layers Section 5: Energy STORY Idle No More, Canada Section 2: Equilibrium STORY Meatless Monday Campaign, Brazil Section 3: Navigation CONCEPT Movement Compass Section 5: Energy TOOL Obstacles As Targets Section 3: Navigation TOOL Privilege Walk Section 2: Equilibrium TOOL Relationship Constellations Section 2: Equilibrium TOOL Social Identity Wheel Section 2: Equilibrium CONCEPT Systems Thinking Embraces Interconnectedness Section 1: System CONCEPT Thinking Styles, Rational Checks, Mental Shortcuts, Biases Section 3: Navigation STORY The Endsars Movement and the Fight to End Police Brutality, Nigeria Section 1: System TOOL Star Setting Section 2: Equilibrium TOOL Trending Down The Fire Section 5: Energy TOOL Steps for SWOT Analysis Section 1: System TOOL Simulation and Prevention Section 4: Storms CONCEPT Brújula de movimientos Section 5: Energy CONCEPT Bucle vicioso Section 2: Equilibrium TOOL Caminata de privilegios Section 2: Equilibrium STORY Bolivia's Water War Section 1: System CONCEPT Social Threats and Rewards Section 5: Energy TOOL Campfire Dashboard Section 5: Energy CONCEPT Cycle of Oppression Section 2: Equilibrium STORY Doxing Abusive Police, Sudan Section 3: Navigation TOOL Finding Bedrock Section 3: Navigation STORY Greenwash Allows Global Plastic Pollution Increase Section 1: System TOOL Idea and Metaphor Section 3: Navigation STORY Indigenous Land Rights Movement, the Philippines Section 4: Storms TOOL Messenger Ecosystem Section 3: Navigation TOOL Simulation and Prevention Section 4: Storms STORY Panties for Peace Campaign, Myanmar Section 3: Navigation TOOL Problem Statement And Systems Circles Section 1: System STORY Religious Values and Climate Change, Indonesia Section 3: Navigation STORY Stamping #metoo on Blockchain, China Section 4: Storms TOOL Systems Trigger And Consequences Section 1: System STORY The Bentley Blockade, Australia Section 1: System CONCEPT The Features of Narrative Section 3: Navigation STORY The Successes of the Colombia Truth Commission Section 1: System STORY Violence During the Tunisian Revolution Section 1: System STORY Cree Campaign Against James Bay Hydroelectric Dam, Canada Section 5: Energy CONCEPT Amenazas y recompensas sociales Section 5: Energy CONCEPT Bucle estabilizador Section 2: Equilibrium CONCEPT Bucle virtuoso Section 2: Equilibrium STORY Campaña Bell Bajao, India Section 5: Energy CONCEPT Stablising Loop Section 2: Equilibrium TOOL Attention Economics Section 4: Storms STORY Challenges of the Colombian National Referendum Section 1: System STORY Dealing With Government Crackdown, India Section 4: Storms TOOL Early Warning Signs Section 4: Storms CONCEPT Virtuous Loop Section 2: Equilibrium STORY Help Delhi Breathe, India Section 1: System STORY Identifying Palm Oil Company Strategies, Indonesia Section 4: Storms TOOL Integrity Checklist Section 5: Energy STORY Miniskirt March, Zimbabwe Section 3: Navigation TOOL Narrative Ripples Section 3: Navigation TOOL Sensemaking Section 1: System STORY Protests and Uprising Lops in the Middle East Section 2: Equilibrium STORY Replacing Cops With Memes, Colombia Section 3: Navigation STORY Stopping Arms Transportation to Zimbabwe Section 4: Storms STORY Targeting Communities Through Media and Messengers Section 3: Navigation TOOL Storm Diagnosis Section 4: Storms STORY The Pinjra Tod Movement, India Section 4: Storms CONCEPT Three Horizons Section 5: Energy CONCEPT Warning Signs Section 4: Storms STORY Breaking Barriers: Feminist Levers & Loops in Urban Mobility Transformation. Bangalore, India, 2019-2023 Section 2: Equilibrium STORY Apuntando a comunidades a través de medios y mensajeros Section 3: Navigation CONCEPT Bucle estancado Section 2: Equilibrium STORY Buen Vivir, Bolivia y Ecuador Section 2: Equilibrium STORY Campaña Bragas por la Paz, Myanmar Section 3: Navigation

  • Bab 12: Komunitas adalah arus | Uncommon Sense

    Bagian 3 Navigation Bab 12 Komunitas adalah arus Perubahan nyata terjadi ketika jaringan —bukan hanya individu— mengadopsi dan membagikan keyakinan baru. Komunitas dan kelompok yang terikat erat membentuk identitas, rasa memiliki, dan pengambilan keputusan. Untuk menggeser sebuah sistem, kita harus mengidentifikasi jaringan yang memengaruhi sasaran, memahami risiko dan imbalan sosial mereka, serta menyampaikan pesan melalui anggota yang dipercaya dengan pengulangan. Jaringan yang terikat kuat mempengaruhi perasaan anggotanya. Cerita kami diliput oleh media berita besar mungkin terasa seperti sebuah kemenangan. Tetapi perubahan nyata hanya terjadi jika komunitas, kelompok, dan jaringan audiens kita mengadopsi perubahan ini terlebih dahulu. “Jika pesanmu tidak tersebar, pesan itu tidak akan berfungsi.” Anat Shenker-Osorio Komunitas, kelompok, dan jaringan adalah arus yang membantu orang menemukan rasa memiliki, identitas, dan keamanan. Mereka berbagi informasi dan mengembangkan ide, yang kemudian dapat diadopsi atau dibangun oleh anggota mereka. Untuk mempengaruhi seseorang, mereka tidak harus sepenuhnya setuju dengan kita. Sebaliknya, kita mungkin ingin mereka bereaksi dengan cara yang melemahkan posisi mereka saat ini atau mengganggu kendali mereka. Ketika anggota berpengaruh dari jaringan kami tidak setuju dengan kami, itu dapat membuat kami mempertimbangkan kembali posisi kami. “Faktor-faktor yang menentukan bagaimana orang memilih ikatan jaringan mereka juga merupakan faktor yang menentukan siapa yang mempengaruhi perilaku mereka.” Damon Centola Setiap jaringan selalu berbagi nilai, prioritas, dan pengalaman di antara anggotanya. Untuk mempengaruhi seseorang, kita perlu menjangkau dan mengaktifkan anggota jaringan mereka yang paling dipercaya. Ini juga berlaku untuk komunikasi antara jaringan yang berbeda. “Dibutuhkan seribu suara untuk menceritakan satu kisah.” Nez Perce peribahasa Penduduk Asli Amerika Untuk mempengaruhi sebuah komunitas, kelompok, atau jaringan di sekitar suatu target, kita harus: Ulasan: Identifikasi jaringan yang menjadi bagian dari target, seperti keluarga mereka atau kabinet pemerintah. Risiko dan imbalan: Pilih jaringan dengan ikatan terkuat di antara anggotanya. Pertimbangkan: Ikatan kuat vs ikatan lemah dalam jaringan target (misalnya keluarga vs. kabinet pemerintah) Risiko sosial vs imbalan sosial bagi anggota kelompok yang mengadopsi keyakinan atau perilaku baru Ikatan kuat vs lemah antara jaringan Hubungan: Identifikasi anggota jaringan yang memiliki hubungan terdekat dengan target. Anggota-anggota ini perlu mengadopsi dan menyebarkan keyakinan baru itu. Capai: Pastikan cerita atau pesan Anda disampaikan di tempat-tempat di mana jaringan dan target akan melihatnya. Ketahui kapan dan di mana mereka akan melihatnya. Pengulangan: Ulangi pesan Anda melalui cerita, pesan, dan cara lainnya berkali-kali. Gunakan pengirim pesan tepercaya (lihat Bab 13) untuk membantu menyebarkan pesan. Individu mungkin mengubah pandangan mereka atau membuat keputusan, tetapi mereka mungkin tidak akan berpegang pada keputusan tersebut jika komunitas mereka juga tidak berubah. Ingat untuk menggunakan semua bab di bagian ini untuk membingkai pesan Anda dengan nilai yang tepat, menargetkan orang yang tepat, dan memicu jalan pintas mental yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda. Selengkapnya Lin, Nan: Modal Sosial: Sebuah Teori Struktur Sosial dan Tindakan: https://www.cambridge.org/core/books/social-capital/E1C3BB67419F498E5E41DC44FA16D5C0 CERITA Polisi yang semena-mena, Sudan Perempuan di Sudan menghadapi penindasan yang parah di bawah rezim Presiden Omar al-Bashir, yang memerintah dari 1989 hingga penggulingannya pada 2019. Kebijakan pemerintahnya termasuk undang-undang moral yang membatasi kebebasan wanita dan mengizinkan hukuman fisik. Undang-Undang Ketertiban Umum Negara Khartoum 1996 memiliki dampak gender tertentu, dengan perempuan menjadi sasaran kekerasan berbasis gender dan pembatasan mobilitas - tidak hanya mempengaruhi otonomi tubuh mereka tetapi juga hak-hak sosial ekonomi mereka. Ketika protes di seluruh negeri meletus pada bulan Desember 2018, dipicu oleh keluhan ekonomi dan didorong oleh tuntutan yang lebih luas untuk perubahan politik, rezim merespons dengan tindakan keras yang brutal, termasuk kekerasan dan intimidasi oleh petugas keamanan negara. Masyarakat sipil perlu mengorganisir dan mencegah kekerasan lebih lanjut terhadap para demonstran. Tantangannya adalah bagaimana melakukannya dengan aman. Perempuan adalah katalis perubahan kunci, banyak di antaranya dikenal secara simbolis sebagai “Kandakat” setelah ratu Nubia dan ibu ratu yang bersejarah. Mereka mendorong perubahan di berbagai tingkat - secara publik dan pribadi. Misalnya, sebelum protes, banyak wanita di Sudan telah menggunakan grup Facebook pribadi untuk bersosialisasi dan mendiskusikan kehidupan romantis mereka. tetapi sebagai respons terhadap penindasan, beberapa dari mereka mulai menggunakan platform ini sebagai cara untuk “dox” (mengungkap) para pria yang menyerang para pengunjuk rasa: “Jika Anda seorang wanita di Sudan yang telah memutuskan untuk mengambil tindakan politik, Anda sudah melawan begitu banyak otoritas. Dan setelah Anda membuat keputusan itu, pasukan keamanan tidak akan menakut-nakuti Anda.” Muzan Alnail, seorang insinyur dan pengunjuk rasa Ulasan: Perempuan mulai membagikan, di grup Facebook ini, foto-foto pria yang mereka lihat menyerang para pengunjuk rasa, bertanya di grup apakah yang lain tahu identitas mereka. Risiko dan Imbalan: Hadiah sosial bagi wanita yang terlibat sangat tinggi. Mereka dapat mempertahankan anonimitas saat berpartisipasi dalam aktivisme, dan upaya mereka dapat menghasilkan perubahan nyata dalam perilaku petugas keamanan. Hubungan: Ketika foto-foto petugas dibagikan, anggota grup dengan cepat memberikan informasi rinci, sering kali bersumber dari koneksi pribadi. Ini termasuk nama, alamat, dan riwayat pribadi, secara efektif memanfaatkan hubungan dekat dalam komunitas untuk mengumpulkan informasi. Capai: Pesan-pesan yang mengekspos petugas keamanan disebarkan melalui grup Facebook pribadi, yang dapat diakses melalui Jaringan Pribadi Virtual (Virtual Private Networks, VPN) setelah pemerintah memblokir media sosial. Anonimitas yang diberikan oleh kelompok-kelompok ini membuat sulit bagi rezim untuk melacak para penyelenggara. Pengulangan: Para wanita secara konsisten mengulangi pesan mereka melalui berbagai pos dan diskusi dalam kelompok. Mereka berbagi cerita tentang keberhasilan mereka memaparkan petugas keamanan, mendorong selalu waspada, dan menggunakan anggota yang tepercaya untuk menyebarkan pesan lebih jauh. Pengulangan ini membantu memperkuat gagasan bahwa petugas keamanan tidak tak terkalahkan dan bahwa tindakan mereka memiliki konsekuensi di dalam komunitas mereka sendiri. “Suatu ketika, seorang wanita menanggapi seorang pria yang membagikan foto seorang agen keamanan nasional, dengan mengatakan bahwa dia akan membagikannya dengan kelompoknya. Dalam lima menit, kami mendapatkan informasi tentang dia: nama ibunya, apakah dia sudah menikah atau tidak. Beberapa mantan pacarnya ada di grup dan membicarakan tentangnya. Itu adalah saat ketika segalanya mulai berubah dalam kelompok. Secara tiba-tiba, orang-orang menyadari: ‘Kita bisa menggunakan ini.’” Enas Suliman, guru memberi tahu BuzzFeed News Hasilnya signifikan:: Para petugas keamanan, yang sebelumnya yakin akan anonimitas mereka, mulai takut akan terpapar. Laporan muncul tentang petugas yang menyembunyikan wajah mereka di depan umum, dan beberapa bahkan diusir dari lingkungan mereka setelah diidentifikasi. Momentum yang diciptakan oleh tindakan-tindakan ini berkontribusi pada tekanan keseluruhan terhadap rezim, yang mengarah pada partisipasi luas dalam protes dan kejatuhan akh Bashir pemerintah pada bulan April 2019. Baca lebih lanjut: Ali, N.M. (2019) Kelompok perempuan Sudan di Facebook dan # Ketidakpatuhan_Sipil: Nairat atau Thairat?(Bersinar atau revolusioner?). https://www.cambridge.org/core/journals/african-studies-review/article/abs/sudanese-womens-groups-on-facebook-and-civildisobedience-nairat-or-thairatradiant-or-revolutionary/BC66DCA737353C5C6BB9154279E2A50A Perempuan Sudan di jantung revolusi: https://africanfeminism.com/sudanese-women-at-the-heart-the-revolution/ CERITA Undang-Undang Perlindungan Hak Orang Transgender, Pakistan, 2018 Pada 2018, parlemen Pakistan mengesahkan Undang-Undang (Perlindungan Hak) Orang Transgender, sebuah undang-undang yang inovatif yang memungkinkan individu untuk mengidentifikasi diri sebagai transgender dan memiliki identitas ini diakui dalam dokumen resmi. Hukum juga melarang diskriminasi terhadap orang transgender, yang dikenal sebagai Khawaja Sira di Pakistan, dan menegaskan hak mereka untuk berpartisipasi sepenuhnya dalam kehidupan demokratis, termasuk untuk memilih dan mengambil bagian dalam jabatan publik. Di bawah undang-undang ini, negara berkewajiban untuk memastikan perlindungan mereka, melalui "Pusat Perlindungan dan Rumah Aman”, serta penjara terpisah atau tempat penahanan lainnya. Komunitas Khawaja Sira menghabiskan bertahun-tahun untuk membangun koalisi luas yang mencakup anggota gerakan feminis, pengacara hak asasi manusia, dan aktivis komunitas lainnya. Mereka dengan hati-hati mempertimbangkan berbagai rute untuk membangun juara dan utusan yang tepercaya di seluruh elemen kunci dari sistem negara dan masyarakat. Ini melibatkan lima langkah untuk melibatkan komunitas: Ulasan: Kampanye mengidentifikasi jaringan kunci dalam dunia sosial dan politik Pakistan yang dapat mempengaruhi pengesahan undang-undang. Ini termasuk: Parlementer Pemimpin rohani Media Kunci Masyarakat umum. Risiko dan Imbalan: Syed Naveed Qamar, seorang anggota parlemen, menjadi pelaku utama yang didukung oleh beberapa senator. Seiring dengan perkembangan kampanye, penghargaan sosial bagi parlemen ini sangat signifikan—mereka dapat dilihat sebagai pembela hak asasi manusia dan kesetaraan. Namun, risiko sosial juga tinggi, terutama di masyarakat konservatif di mana dukungan untuk hak transgender dapat dianggap kontroversial. Hubungan: Kampanye membutuhkan waktu untuk membangun hubungan di awal proses, seperti dengan pemimpin rohani. Meskipun ada beberapa pemimpin agama yang menentang ide tersebut, Dewan Ideologi Islam, sebuah badan konstitusi yang memberikan saran kepada parlemen tentang undang-undang, memberikan dukungan mereka, terutama dalam hal hubungannya dengan penegakan hak-hak yang diatur dalam Hukum Syariah. Capai: Para aktivis fokus untuk memicu dialog di media tentang pengalaman hidup komunitas Khawaja Sira dan berbagai bentuk diskriminasi yang mereka hadapi. Dialog-dialog ini menarik perhatian pada signifikansi sejarah dan budaya mereka di wilayah tersebut; serta kebutuhan mendesak untuk memutus stigma, diskriminasi, dan kekerasan terhadap mereka serta menegakkan hak-hak dasar mereka. Pengulangan: Dengan membangun aliansi dengan gerakan feminis, anggota parlemen, dan pemimpin agama yang berbicara sendiri, kampanye ini dapat memanfaatkan sentimen publik umum, yang telah terbukti dalam penelitian, bahwa orang transgender tidak seharusnya menjadi korban kekerasan dan diskriminasi semacam itu. Apa yang terjadi selanjutnya Khawaja Sira ikut merancang RUU, yang sekarang telah disahkan Pakistan sebagai Undang-Undang Meskipun akan memerlukan waktu untuk mengevaluasi dampak undang-undang tersebut terhadap hak-hak komunitas Khawaja Sira di seluruh Pakistan, pasti ada peningkatan visibilitas kepemimpinan mereka dalam politik dan institusi sejak saat itu. Dalam pemilihan umum 2024, 3.000 pemilih transgender terdaftar dalam daftar pemilih dan ada tiga wanita transgender yang ikut secara independen sebagai calon. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengatasi marginalisasi yang luas dan kekerasan terhadap mereka adalah tantangan jangka panjang yang jauh lebih besar. Selanjutnya, dalam 2023, Mahkamah Syariah Federal Pakistan menyatakan bahwa elemen-elemen dari Undang-Undang Orang Transgender tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, dan sekarang ini menjadi subjek perdebatan publik, di mana pembelaan oleh anggota berbagai komunitas, termasuk pemimpin politik, akar rumput, pemimpin agama, dan media sangat penting.*** Catatan kaki: *https://www.undp.org/pakistan/publications/journey-mapping-transgender-political-candidates **https://www.thedailystar.net/opinion/geopolitical-insights/news/pakistan-elections-2024-widespread-exclusion-the-trans-community-3538386 *** https://tribune.com.pk/story/2378007/law-minister-defends-transgender-act ; https://www.theguardian.com/world/2022/nov/20/pakistan-trans-community-steps-out-of-shadows ALAT Matriks jaringan Plot: Identifikasi dan petakan hubungan kunci, komunitas, dan para penyampai pesan yang paling berpengaruh (mis., media berita) pada matriks. Perluas: Uraikan hubungan dan kelompok ini hingga ke individu yang paling berpengaruh dan petakan mereka pada matriks. Temukan kesenjangan: Identifikasi di mana terdapat kesenjangan dalam transfer informasi ke jaringan kunci. Isi kesenjangan: Temukan aktor/penyampai pesan saat ini atau yang sedang muncul dari latihan sebelumnya yang dapat membantu. Pertimbangkan bagaimana Anda dapat menghubungkan atau membantu aktor/komunitas kunci untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan menyalurkan pesan. Uji realitas Tinjau narasi yang berlaku dan potensi kontra-narasi. Pahami nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh target, bagaimana mereka mengambil keputusan, dan siapa yang memengaruhi mereka. Rencanakan pendekatan Anda untuk menjangkau mereka dan kembangkan pitch singkat (elevator pitch) untuk setiap langkahnya (penyampai pesan/anggota jaringan/target). ALAT Jaringan & Riak Petakan di bagan samudra jaringan yang telah Anda identifikasi. Mulailah jaringan dari tingkat terdalam tempat mereka memengaruhi informasi (narasi mendalam / narasi / cerita / interaksi / pesan). Di mana Anda akan memprioritaskan upaya Anda, kapan, dan bagaimana? Bab Sebelumnya Bab Berikutnya

  • Bab 7: Solidaritas adalah sebuah kata kerja | Uncommon Sense

    Bagian 2 Equilibrium Bab 7 Solidaritas adalah sebuah kata kerja Keadilan bergantung pada solidaritas: menghadapi privilese dan kekuasaan sambil mendukung orang lain dalam perjuangan mereka. Penindasan bekerja di semua tingkat sistem, dan pendekatan interseksional membantu kita membongkarnya. Keadilan belum tercapai jika masih ada yang tidak bebas. Pengalaman, hubungan, dan kekuasaan tidak terbatas pada apa yang bisa kita lihat atau katakan. Ada yang terlihat, tidak terlihat, dan tersembunyi, dan terjadi dalam skala kecil dan besar di dalam organisasi dan masyarakat kita. Untuk mengadaptasi definisi sederhana tentang rasisme* ke penindasan, kita bisa mengatakan: Hak Istimewa + Prasangka x Kekuasaan = Penindasan Solidaritas adalah praktik aktif yang berkelanjutan untuk menghadapi kekuatan, hak istimewa, dan prasangka kita sendiri serta mendukung orang lain dalam perjuangan mereka. Penindasan adalah perlakuan tidak adil yang terus-menerus atau penggunaan kekuasaan terhadap orang lain. Hak istimewa adalah keuntungan atau hak yang menguntungkan anggota kelompok tertentu di atas yang lain. Prasangka adalah perasaan atau pendapat yang telah dipersepsikan sebelumnya tentang orang lain. Perubahan tidak akan terjadi dalam situasi kosong. Kita perlu saling mendukung dalam perjuangan masing-masing supaya dunia lebih adil. Inilah solidaritas. Tidak selalu mudah untuk menghadapi tantangan dan ketidaknyamanan ini dalam diri kita, tetapi solidaritas jangka panjang itu penting. Ini bisa berarti membuat pengorbanan pribadi, mengubah pandangan dunia kita sendiri dan mengorbankan teman-teman serta keluarga demi melakukan kebenaran. “Ketidakadilan di suatu tempat adalah ancaman bagi keadilan di semua tempat. Kita terjebak dalam jaringan saling ketergantungan yang tak terhindarkan, terikat dalam satu baju takdir. Apapun yang mempengaruhi satu orang secara langsung, mempengaruhi semua orang secara tidak langsung.” Martin Luther King Jr, surat dari penjara Alabama, 1963 Penindasan hidup dalam sistem dan dapat mempengaruhi kita semua dengan cara yang berbeda pada saat yang bersamaan. Kami telah mengadaptasi "Empat I penindasan"* menjadi lima tingkat untuk menunjukkan bagaimana penindasan terjadi pada kita. Mencoba untuk menantang penindasan di salah satu tingkat sistemnya akan mempengaruhi dan menarik yang lainnya: Internal (Tingkat): Pandangan kita tentang diri kita sendiri ditentukan oleh ketidaksetaraan, informasi, struktur, dan keyakinan dari sistem yang dominan. Inequalities atau Ketidaksetaraan (Level bagaimana): Elemen, aliran, dan penyangga elemen yang memastikan hasil hidup dan pendapatan yang berbeda di antara kita - dan bagaimana mereka saling berinteraksi dan memberikan umpan balik satu sama lain. Interpersonal (Tingkat di mana): Akses informasi dan hubungan yang memengaruhi bagaimana kita menilai satu sama lain dalam kaitannya dengan identitas yang saling bersilangan. Institutional (Tingkat Siapa): Institusi dan struktur yang membeda-bedakan orang yang memiliki identitas berbeda karena rasisme, seksisme, kelasisme, homofobia, dan lainnya. Ideologis (Tingkat mengapa): Ide, asumsi, dan keyakinan yang membentuk pemahaman kita tentang apa yang benar, baik, adil, dan tepat. “Tidak ada perjuangan demi satu hal saja karena hidup kita dipenuhi oleh lebih dari satu hal” Audre Lorde Sama seperti sistem yang tumpang tindih dan saling berinteraksi, penindasan dapat menggabungkan, membagi, dan menyatukan orang. Interseksionalitas, sebuah istilah yang diciptakan oleh Profesor Kimberlé Williams Crenshaw yang menggambarkan tumpang tindih antara identitas sosial seperti ras, gender, dan kelas, serta penindasan seperti rasisme, seksisme, dan homofobia. Bentuknya bisa berbeda tergantung pada tempat atau konteks budaya di mana kita berada. Perlu disadari bahwa teori ini berakar pada pekerjaan yang dilakukan Profesor Crenshaw terkait pengalaman perempuan kulit hitam dalam sistem peradilan. Interseksionalitas sebagai lensa dan pendekatan analitis pada dasarnya adalah tentang rasisme - terutama anti-kulit hitam, yang tumpang tindih dengan seksisme dan kelasisme. Hak Istimewa adalah hak atau keuntungan khusus yang dialami oleh individu atau kelompok. Pemilik identitas yang saling berpotongan cenderung mengalami berbagai jenis penindasan dan kadang memiliki hak istimewa, sehingga perspektif dan pengalaman mereka berbeda dari yang hanya mengalami lebih sedikit penindasan. Hanya mempertimbangkan kelompok "paling terpinggirkan" bisa berisiko karena "paling terpinggirkan" sering kali didefinisikan oleh ketidakmampuan kita untuk mengenali hak istimewa dan bias kita sendiri. Kita perlu berpikir melampaui batas-batas biasa kita. “Jika Anda datang ke sini untuk membantu saya, maka Anda sedang membuang-buang waktu...Tapi jika Anda datang karena pembebasan Anda terikat oleh pembebasan saya, maka mari kita bekerja sama.” Kelompok aktivis Aborigin Cerita yang bertahan paling lama berdasarkan bintang-bintang di langit berasal dari kolaborasi komunitas proaktif, yaitu keinginan untuk menemukan pemahaman bersama selama berabad-abad. Berkolaborasi dengan niat seperti ini ibaratnya menerapkan gravitasi kita sendiri pada dunia di sekitar kita. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, kita perlu secara proaktif hancurkan penindasan untuk menciptakan sistem yang lebih sehat. Suatu masalah bisa mempengaruhi orang secara berbeda, jadi kita perlu bekerja sama untuk menemukan solusi yang cocok untuk semua orang. Bekerja sama menceritakan kisah yang memiliki pesan penting dapat berdampak positif pada masyarakat selama bertahun-tahun ke depan. Selama lebih dari 100 tahun terakhir, sebagian besar rencana kampanye di Eropa dan Amerika Utara sebagian besar gagal berfokus pada penghancuran sistem yang menindas atau memberikan ruang bagi yang paling tertekan untuk membangun kekuatan mereka. Kami mengusulkan pendekatan radikal terhadap kekuasaan, sistem, dan solidaritas untuk mendukung orang lain dalam mencapai tujuan mereka: Ulasan: Lihat lagi di setiap tingkat peta bintang sistem target Anda untuk melihat bagaimana penindasan terlihat secara ideologis, internal, institusional, dan interpersonal. Belajar: Belajarlah dari berbagai sumber daya online atau offline tentang penindasan dan interseksionalitas. Dengarkan kelompok yang terdampak oleh penindasan yang terpelihara karena sistem dan amati hubungan utama yang memperkuat hal ini. Benar-benarlah berusaha memahaminya. Jangan membebani kelompok yang terdampak dengan meminta mereka untuk mengajari Anda. Lakukan refleksi diri yang berkelanjutan tentang hak istimewa dan asumsi Anda sendiri. Tanyakan pada diri Anda, apa peran Anda dalam mempertahankan dan hancurkan status quo? Bagaimana Anda dapat berkontribusi dengan adanya hak istimewa Anda? Ciptakan: Buatlah ruang untuk kelompok yang tertekan dalam pengambilan keputusan bersama, dalam memastikan dan merefleksikan data yang terpisah, dan dalam pesan Anda. Bawa mereka ke pertemuan advokasi dengan pengambil keputusan. Pusatkan suara mereka untuk memastikan mereka didengar bersamamu, bukan di belakangmu. Ini akan menegaskan kesetaraan gerakan dan mulai menggeser norma-norma berbahaya yang terikat dalam sistem. Bagikan: Bagikan informasi, ruang kerja, dana, relawan, dan sumber daya lainnya. Ulangi: Selalu konsisten dalam memenuhi komitmen Anda. Jangan campai menciptakan hierarki yang tidak adil dalam pergerakan. Solidaritas berarti bersedia mengorbankan keyakinan Anda sendiri demi kebaikan gerakan yang lebih luas jika kelompok yang paling tertekan percaya bahwa ini akan mendukung perjuangan mereka dengan sebaik-baiknya. Buat anggotaa perwakilan dari kelompok dan organisasi kunci dalam kampanye Anda sendiri. Renungkan siapa yang membentuk kepemimpinan. Usahakan selalu terlihat, praktis, proaktif, dan berkomitmen. Telah terbukti bahwa gerakan yang beragam dan tidak terduga, di mana orang-orang yang mengalami penindasan yang berbeda berorganisasi bersama, dapat memiliki dampak besar pada pengambilan keputusan politik. KONSEP Siklus Penindasan Sumber: *Baca lebih lanjut tentang empat I dalam penindasan: https://www.grcc.edu/sites/default/files/docs/diversity/the_four_is_of_oppression.pdf **Roda Hak Istimewa https://unitedwaysem.org/wp-content/uploads/2021-21-Day-Equity-Challenge-Social-Identity-Wheel-FINAL.pdf CERITA Breaking Barriers: Feminist Levers & Loops in Urban Mobility Transformation. Bangalore, India, 2019-2023 Pada tahun 2019, lalu lintas dan polusi udara di Bangalore adalah masalah utama. Orang-orang terjebak macet selama berjam-jam. Karena kurangnya transportasi umum, kepemilikan kendaraan pribadi lebih tinggi dari sebelumnya. Pohon-pohon ditebangi untuk membangun lebih banyak jalur jalan dan jembatan. Para aktivis iklim dan mobilitas mendesak warga untuk berjanji tidak pakai mobil, dan berhasil menekan otoritas setempat untuk membangun jalur sepeda sepanjang 75 km. Namun, sistem transportasi umum sangat buruk, sementara infrastruktur yang ramah mobil berarti kita harus menghabiskan lebih banyak untuk mobil mereka, sehingga masalah semakin parah dan jalur sepeda hampir tidak terpakai. Kampanye tersebut gagal menemukan tuas yang mampu membawa perubahan. Jadi Greenpeace India bekerja sama dengan sekutunya untuk menggali lebih dalam untuk mencari cara mengurangi penggunaan kendaraan dan meningkatkan mobilitas perkotaan. Mereka mengambil langkah-langkah berikut: Belajar Melakukan penelitian audiens besar di antara kelompok orang yang terkena dampak oleh pengucilan sistemik yang saling berinteraksi, hambatan, dan penindasan. Mereka menemukan bahwa hampir 40% dari para pengguna jalan adalah wanita. Para wanita ini mengalami berbagai bentuk penindasan yang tumpang tindih yang sangat mempengaruhi keselamatan dan agensi mereka dalam sistem transportasi: Interpersonal (Tingkat di mana): Salah satu hambatan terbesar bagi wanita yang berkomuter di Bangalore adalah keselamatan - dari transportasi umum hingga jalur sepeda, mereka mengalami berbagai ancaman mulai dari pelecehan hingga penculikan atau bahkan yang lebih buruk. Ketidaksetaraan (Tingkat apa): Ketika Covid melanda, sebagian besar populasi kelas pekerja tidak mampu membeli mobil dan oleh karena itu mereka harus berjalan kaki. Kelembagaan (Tingkat Siapa): Perempuan dari latar belakang sosial ekonomi kelas pekerja tidak memiliki sepeda atau kendaraan roda dua, sehingga beban waktu dari tugas harian mereka - mulai dari mengantar anak-anak mereka ke sekolah, kembali dan memasak untuk rumah tangga, dan kemudian pergi ke tempat kerja mereka, seperti pabrik - meningkat secara besar-besaran. Ideologis (Tingkat mengapa): Mobil selalu menjadi simbol status di sebagian besar India. Tetapi secara umum, penduduk kota merasa jauh lebih aman di kendaraan pribadi sehingga lebih memilihnya. Internal (Tingkat level): Ancaman keselamatan, hambatan, dan biaya perjalanan, serta meningkatnya beban waktu kerja dan perawatan yang tidak dibayar sehingga sangat sulit bagi sebagian besar wanita. Ciptakan Koalisi memutuskan untuk fokus pada wanita pengguna jalan sebagai audiens utama mereka. Mereka merancang kampanye berdasarkan kebutuhan dan hambatan mereka: Lebih dari 200 warga berkumpul untuk membahas bagaimana anggaran kota seharusnya digunakan dan seperti apa sistem mobilitas di kota. Dalam Fase 1 koalisi bertujuan untuk mengubah narasi tentang hak perempuan kurang mampu dari kelas pekerja untuk memiliki akses ke sepeda bergear yang lebih murah yang dapat mereka naiki sambil mengenakan sari. Dalam Fase 2 koalisi bertujuan untuk membuat transportasi umum lebih terjangkau dan dapat diakses, dengan mengkampanyekan jalur bus yang akan memastikan perjalanan yang lebih cepat. Koalisi ini meminta perempuan dari berbagai sektor untuk bergabung dalam kampanye perencanaan dan advokasi. Di dalamnya termasuk kelompok feminis, asosiasi pemilik toko yang dipimpin wanita, gerakan transgender, dan beberapa sekutu yang tidak biasa bergandeng tangan untuk merebut kembali dan berbagi ruang kota serta menegaskan hak mereka menggunakan jalan. Ulangi Sebuah pesan kunci adalah untuk mengaitkan perjalanan dengan kebebasan. Pesan ini sangat diterima wanita terutama dalam konteks budaya di mana kampanye ini dijalankan. Kampanye tersebut mencapai beberapa kemenangan besar: Pendekatan yang berfokus pada sistem membantu kelompok wanita kelas pekerja dengan status sosial ekonomi untuk mendorong dan mencapai perubahan di seluruh sistem. Partai politik oposisi membuat komitmen manifesto untuk menjadikan bus gratis bagi perempuan. Ketika partai ini memenangkan pemilihan negara bagian, mereka menepati janji mereka. Jumlah penumpang wanita harian meningkat dari 39% menjadi 57%. Kemenangan besar ini di sekitar mobilitas dan gender meningkatkan rasa agensi yang dirasakan oleh perempuan di seluruh gerakan, tidak peduli dari mana mereka berasal. Warga yang terlibat dalam pengambilan keputusan tingkat kota merasa sebagai bagian dari kolektif dan ini meningkatkan solidaritas untuk masalah lain yang membantu mereka merebut kembali hak dan ruang mereka di kota untuk menciptakan ruang perkotaan yang lebih berkelanjutan dan adil. Pendekatan yang empatik terhadap audiens untuk benar-benar memahami hambatan emosional dan psikologis orang-orang membantu mereka merancang strategi yang mengubah narasi seputar mobilitas kota. Percakapan tentang mobilitas yang responsif gender, aman, untuk perempuan dan gadis telah meningkat dalam prominensi di seluruh India. Tidak diragukan lagi kampanye seperti ini telah berperan dalam membangun massa kritis di mana perempuan memimpin percakapan tentang peran pemerintah dalam mengajukan kebijakan dan sumber daya untuk menangani masalah ini. Sebagai contoh, Rencana Pembangunan Mumbai 2034 memasukkan bab baru tentang gender dan inklusi, mengakui pentingnya analisis dan tanggapan akan gender dalam perencanaan kota. ALAT Roda identitas sosial Roda Identitas Sosial United Way untuk Michigan Tenggara adalah alat yang terus berkembang untuk membantu memetakan berbagai dimensi identitas sosial kita. Kutipan dari mereka: "Roda memungkinkan kita untuk lebih memahami bagaimana identitas kita membentuk pengalaman di semua dimensi." Identitas sosial mengacu pada aspek-aspek seseorang yang terbentuk sehubungan dengan masyarakat tempat mereka berada. Alih-alih ciri-ciri kepribadian atau minat yang membentuk identitas dan perasaan diri Anda,identitas sosial menggambarkan kelompok yang dibangun secara sosial yang hadir dalam lingkungan tertentu dalam masyarakat manusia (ras/gender/agama, orientasi seksual, dll.).” Cobalah menggambar roda ini dan menambahkan "keanggotaan" atau identitas yang sudah Anda klaim atau yang telah diberikan kepada Anda, untuk setiap kelompok identitas. ALAT Privilege Walk Latihan ini ideal untuk dilakukan bersama dalam kelompok. Langkah Privilege Membantu kita masing-masing mempertimbangkan privilege kita sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain. Dapat mengungkap keuntungan tersembunyi atau tak terlihat yang diberikan oleh latar belakang, kelas sosial, ras, gender, atau identitas lain. Dapat mendorong kita untuk berpikir lebih dalam tentang bagaimana kita mungkin dipersepsikan sebelum, selama, dan setelah berinteraksi dengan orang lain dalam sistem. Karena itu, latihan ini dapat memberi arahan tentang bagaimana kita perlu bekerja lebih keras untuk mempraktikkan solidaritas proaktif, kolaborasi, dan inklusivitas. Instruksi Minta peserta membentuk garis lurus melintasi ruangan dengan jarak sekitar satu rentang tangan, sisakan cukup ruang di depan untuk maju 10 langkah dan cukup ruang di belakang untuk mundur 10 langkah. Bacakan pernyataan-pernyataan di bawah ini satu per satu. Setelah semua pernyataan dibacakan, minta setiap peserta menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka. Tanyakan kepada kelompok: Apakah ada yang ingin berbagi lebih banyak tentang perasaannya? Apakah ada kalimat tertentu yang terasa lebih berdampak dibanding yang lain? Bagaimana rasanya menjadi salah satu orang di “belakang” garis? Bagaimana rasanya menjadi salah satu orang di “depan” garis? Jika ada yang sendirian di satu sisi, bagaimana rasanya? Apakah ada orang yang selalu berada di satu sisi garis? (Jika ya: Bagaimana rasanya?) Apakah ada yang merasa mereka mengalami tingkat privilege yang rata-rata, tetapi ternyata lebih banyak atau lebih sedikit dari yang dipikirkan? Apakah ada yang berpikir bahwa masa kecil mereka memiliki dampak lebih dalam pada jalur hidup mereka dibanding yang sebelumnya dibayangkan? Pernyataan Jika salah satu atau kedua orang tuamu lulus dari universitas, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu pernah bercerai atau terdampak perceraian, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika ada saat dalam hidupmu ketika kamu harus melewatkan makan atau merasa lapar karena tidak ada cukup uang untuk membeli makanan, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika kamu memiliki disabilitas yang terlihat atau tidak terlihat, seperti kesulitan mendengar, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika rumah tanggamu mempekerjakan pembantu seperti tukang kebun, juru masak, pengasuh, dll., melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu memiliki akses transportasi, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu pernah merasa diterima di antara rekan kerja, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu sering merasa tidak aman berjalan sendirian di malam hari, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika kamu dapat menjalani hidup tanpa takut terhadap pelecehan seksual, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika keluargamu pernah melarikan diri dari tanah airnya, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika kamu mempelajari leluhurmu dan sejarah mereka di sekolah dasar, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika keluargamu memiliki asuransi kesehatan, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu pernah di-bully atau diejek karena sesuatu yang tidak bisa kamu ubah (seperti gender, etnis, ciri fisik, usia, atau orientasi seksual), melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika libur sekolah atau kerja kamu bertepatan dengan hari raya agama atau budaya yang kamu rayakan, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu pernah ditawari pekerjaan karena hubunganmu dengan teman atau anggota keluarga, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu pernah dihentikan dan diinterogasi oleh polisi karena dianggap mencurigakan, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika kamu atau keluargamu pernah mewarisi uang atau properti, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu berasal dari lingkungan keluarga yang mendukung, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika salah satu orang tuamu pernah dipecat atau menganggur bukan karena pilihannya, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika kamu pernah merasa tidak nyaman dengan lelucon atau pernyataan terkait ras, etnis, gender, penampilan, atau orientasi seksualmu, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika leluhurmu dipaksa pindah ke negara lain, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika kamu tidak akan ragu untuk menelepon polisi saat ada masalah, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika kamu mengambil pinjaman untuk pendidikanmu, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika kamu dan pasanganmu bisa tampil sebagai pasangan di depan umum tanpa takut ejekan atau kekerasan, melangkahlah satu langkah ke depan. Jika pernah ada penyalahgunaan zat di rumahmu, melangkahlah satu langkah ke belakang. Jika orang tuamu pernah berkata bahwa kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan, melangkahlah satu langkah ke depan. Latihan ini diadaptasi dari langkah privilege Kiwanis: https://www.kiwanis.org/wp-content/uploads/2023/08/privilege-walk-2023v6.pdf Ada banyak variasi dari “power walk” atau “langkah privilege” yang telah digunakan dan diadaptasi oleh para pendidik feminis dan anti-rasis sejak setidaknya tahun 1990-an. Saat ini belum jelas siapa yang pertama kali mencetuskan ide ini, tetapi beri tahu kami jika kamu tahu! ALAT Daftar Periksa Anti-Penindasan Tinjau: Lihat kembali setiap level dari bagan bintang sistem target Anda untuk mengeksplorasi bagaimana penindasan muncul melalui ideologi, secara internal, institusi, dan antarpribadi. Belajar: Carilah, bertanyalah, dan dengarkan kelompok yang terdampak secara interseksional oleh sistem serta hubungan kunci yang menjaganya tetap kuat. Bagaimana mereka terdampak? Benar-benar usahakan untuk memahami hal ini. Periksa hak istimewa dan asumsi Anda. Bagaimana kita bisa mendukung kelompok-kelompok ini? Ciptakan: Berikan ruang bagi kelompok tertindas dalam pengambilan keputusan bersama, dalam data terpisah, dan dalam pesan Anda. Bawa mereka bersama Anda ke pertemuan advokasi dengan para pengambil keputusan. Pusatkan suara mereka agar benar-benar terdengar bersama Anda, bukan di belakang Anda. Ini menegaskan keadilan dalam gerakan. Bagikan: Bagikan informasi, pengetahuan, ruang kerja, dana, relawan, dan sumber daya lainnya. Ulangi: Konsistenlah dalam menepati komitmen Anda. Lawan reproduksi hierarki yang tidak adil dalam gerakan. Solidaritas berarti siap mengorbankan keyakinan pribadi demi kebaikan gerakan yang lebih luas, jika kelompok yang paling tertindas percaya bahwa hal itu akan paling mendukung perjuangan mereka. Bangun keanggotaan representatif dari kelompok dan organisasi kunci dalam kampanye Anda sendiri. Jadilah terlihat, praktis, proaktif, dan berkomitmen. Bab Sebelumnya Bab Berikutnya

  • Bab 25: Akhir adalah awal | Uncommon Sense

    Bagian 5 Energy Bab 25 Akhir adalah awal Bagian ini merefleksikan peran alami dari sebuah akhir dalam gerakan dan organisasi, menekankan bahwa melepaskan dapat menjaga energi, warisan, dan keadilan bagi pekerjaan di masa depan. Bagian ini mendorong refleksi, pembaruan, serta penerusan sumber daya atau peran ketika diperlukan agar gerakan dapat terus berkembang dalam ekosistem yang lebih luas. Bahkan api kita pun harus dipadamkan suatu hari nanti. Dampak perubahan iklim telah mengakibatkan semakin banyak kebakaran hutan yang merusak ekosistem dan membentuk ulang lingkungan kita. Ini sedang berubah di depan mata kita dan kita adalah penyebabnya. Pertanyaan keempat dan yang paling penting dalam refleksi adalah "Apa, saya?" Akhir adalah hal yang alami dan kita harus menerimanya seperti kita menerima kelahiran dalam siklus kehidupan. harga dari akhir yang buruk bagi sebuah organisasi dapat mencakup kehilangan keterampilan, pengalaman, niat baik, data, dan warisan. Ini bahkan dapat mencakup beban trauma yang mungkin dibawa oleh staf dan relawan ke majikan, kelompok, atau gerakan mereka berikutnya. “Akhir adalah bagian dari siklus alami pertumbuhan, perubahan, pembaruan, dan inovasi dalam sektor nirlaba.” Proyek Pengelolaan Kehilangan: Toolkit untuk Mendeteksi Akhir Meskipun api dapat menghancurkan, ia juga dapat membawa perubahan baik dan pembaruan. Ketika kita menghadapi kemunduran, kita juga harus siap untuk "gagal cepat" dan melanjutkan. Kita harus belajar untuk bertanya pada diri sendiri dan orang lain kapan saatnya untuk meredakan api kita dan meneruskan bara api kepada orang lain untuk melanjutkan gerakan perubahan. “Sejarah adalah sebuah estafet revolusi.” Saul Alinsky Biasanya metode evaluasi dan penilaian dampak digunakan di "akhir" kampanye jika suatu tujuan telah tercapai, jika terjadi kekalahan besar, atau jika seorang penyandang dana menarik dananya. Tetapi planet ini terus berputar dan ekosistem di sekitar kita terus mencari harmoni. Dalam Bagian kami telah merumuskan evaluasi sebagai refleksi dan tindakan, untuk belajar bagaimana sistem telah berubah dan apa yang telah terjadi pada energi kami. Sekarang kita harus melatih diri kita untuk belajar apa yang harus dilakukan dengan energi itu ketika saatnya untuk meneruskannya. “Kita harus bertanya apakah.. struktur dan organisasi terus memenuhi tujuan untuk mana mereka pertama kali dibuat. Apakah mereka setia pada semangat yang pernah menginspirasi mereka?” F. David Peat, Dari Kepastian ke Ketidakpastian Banyak kelompok dan organisasi mengatur kampanye dan program mereka untuk menghormati orang-orang, komunitas, atau tempat yang telah hilang atau terluka. Gairah yang kita miliki untuk pekerjaan kita adalah kuat dan abadi. Namun, penting untuk terus bertanya pada diri sendiri apakah kita membantu dengan cara terbaik untuk mencapai perubahan yang diinginkan oleh orang-orang dan komunitas. Mungkin lebih baik untuk mendistribusikan sumber daya kita kepada orang lain yang dapat lebih baik mengganggu status quo daripada mengganggu upaya mereka. Kami mungkin telah menjadi penting dalam membawa gerakan ini ke titik ini, tetapi kami mungkin tidak dapat membawanya lebih jauh. Mungkin kita kehabisan uang atau kehilangan dukungan dari mitra kita. Jawabannya terletak di ekosistem yang lebih luas. Itulah mengapa kami merekomendasikan agar setiap kampanye yang Anda lakukan mencakup kekuatan gerakan, kesetaraan, dan keadilan sebagai hasil kunci, yang terhubung dengan Bintang Dekat dan Bintang Panduan Anda. “Saya tidak mengatakan untuk menyingkirkan dua belas catatan itu. Saya mencintai apa yang telah dilakukan musik dan apa yang akan dilakukannya. Namun sebagai seorang musisi yang peduli terhadap musik, saya katakan, apa yang ada di luar dua belas nada itu?” Ytasha L. Womack, Afrofuturism: Dunia Budaya Sci-Fi dan Fantasi Hitam Di sini kami membagikan dua konsep: Tiga Horizon untuk membantu Anda memikirkan jalur yang diperlukan untuk perubahan, dan Kompas Gerakan untuk mengidentifikasi tahap mana gerakan Anda berada. Kemudian kami membagikan dua alat: sebuah Daftar Periksa Integritas untuk mengidentifikasi apakah Anda perlu melanjutkan peran Anda dalam mencapai perubahan itu dan sebuah Alat Pemeliharaan Api untuk memahami bagaimana mengakhiri peran Anda dan mendistribusikan kembali upaya. Jika Anda telah menyelesaikan latihan di bab ini dan memutuskan untuk melanjutkan kampanye Anda, kami sarankan Anda kembali ke awal proses S.E.N.S.E. untuk memeriksa apakah struktur dan keseimbangan target Anda dan organisasi Anda tetap sama seperti sebelumnya. Referensi (sumber formal): Rosamond Stone Zander dan Benjamin Zander, Seni Kemungkinan, hlm. 8 Baca lebih lanjut: Komitmen timbal balik Gesturing Towards Decolonial Futures sebagai contoh: https://decolonialfutures.net/ KONSEP Tiga cakrawala Forum Masa Depan Internasional dan praktisi masa depan lainnya mengembangkan model ini selama sepuluh tahun untuk memahami dan membimbing perubahan budaya. Ini membantu menjelajahi ide dan tindakan baru ketika masa depan tidak pasti. Ini juga dapat diterapkan pada organisasi. Tiga cakrawala adalah: Horizon 1 - Bisnis seperti biasa - Organisasi terus melakukan apa yang selalu dilakukannya. Sebagai seorang Manajer yang menghindari risiko. Konsekuensi: Narasi dominan, kekuasaan, dan hubungan dalam sistem mendominasi. Pertanyaan untuk ditanyakan kepada diri kita sendiri: Apa itu bisnis seperti biasa dan bagaimana kita sampai di sini? Mengapa kita percaya bahwa upaya kita tidak lagi sesuai dengan tujuannya? Seberapa cepat kita perlu mengakhiri? Apakah ada yang perlu kita pertahankan atau tidak hilang? Apa yang sedang sekarat di sini dan bagaimana kita bisa membantunya untuk melepaskan dan pergi dengan baik? Horizon 2 - Inovasi yang mengganggu Sebagai seorang Wiraswasta Konsekuensi: Mereka melihat manfaat dari kedua model dan dapat menerapkan pemikiran inovatif dari H3 untuk membantu mencapai masa depan yang H1 benar-benar inginkan di dalam hati - mengarah pada H2+ daripada H2- Pertanyaan untuk ditanyakan kepada diri kita sendiri: Apa saja visi di masa depan? Bagaimana kita bisa berkolaborasi dan tidak saling mengganggu? Apa arti menjadi disruptif, secara politik, ekonomi, sosial, teknologi, hukum, dan lingkungan? Apa akar dari gangguan-gangguan itu dan apa artinya untuk mengembangkan bukan menyertakan mereka? Bagaimana kita bisa membantu sebarkan gangguan yang bermanfaat dan dengan siapa kita bisa bekerja? Horizon 3 - Pemikiran masa depan gambaran besar Sebagai seorang Sang Visioner Konsekuensi: Masa depan yang kita inginkan. Mereka akan meminta kita untuk mengambil risiko, bereksperimen, dan memikirkan kembali segala sesuatu secara menyeluruh. Pertanyaan untuk ditanyakan kepada diri kita sendiri: Apa masa depan yang ingin kita wujudkan? Benih masa depan apa yang sudah ada, yang mungkin bisa kita bantu kembangkan? Bagaimana? Atas karya siapa kemungkinan-kemungkinan ini dibangun? Apa yang sedang lahir di sini dan bagaimana kita bisa membantunya untuk tiba dengan baik? KONSEP Kompas gerakan Image/graph sourced from Beautiful Trouble: https://beautifultrouble.org/toolbox/tool/the-movement-cycle Gerakan NetLab (Movement NetLab) dan Masalah Indah (Beautiful Trouble) telah memperhalus upaya Herbert Blumer untuk memetakan siklus gerakan sosial. Sementara gerakan dan kampanye dapat berkembang, fleksibel, dan berfluktuasi dalam banyak cara yang berbeda, enam fase gerakan alat ini dapat membantu mengidentifikasi pola dan langkah selanjutnya: 1. Krisis yang Berkepanjangan Meningkatnya Kemarahan Publik Gerakan sering dimulai pada saat ketidakadilan dan frustrasi Fokus pada membangun kelompok Anda, meningkatkan kesadaran, dan membentuk hubungan yang kuat Jelaskan dengan jelas masalah Anda dan buatlah cerita yang menarik untuk menarik dukungan Ini membantu menciptakan peluang untuk bertindak 2. Kebangkitan Fase Heroik Identifikasi gerakan Anda berada dalam fase mana sekarang untuk memfokuskan upaya Anda secara efektif Fase pemberontakan dimulai dengan peristiwa pemicu yang memotivasi orang untuk bertindak Fase ini didorong oleh rasa tujuan yang diperbarui, bahkan tanpa rencana jangka panjang. 3. Puncak Bulan madu Selama pertumbuhan, gerakan Anda mendapatkan perhatian yang signifikan Tetap fokus pada pesan dan tujuan Anda Gunakan waktu ini untuk merekrut anggota baru, mengisi bahan bakar, dan mengumpulkan sumber daya untuk masa depan 4. Kontraksi: Kekecewaan Setelah beberapa keberhasilan, momentum mungkin melambat, dan konflik internal mungkin muncul. Fokus pada kesejahteraan dan ciptakan ruang aman untuk pemulihan emosional Jelaskan bahwa fase ini adalah hal yang normal dan gunakan untuk menganalisis kemajuan serta mengkonsolidasikan keuntungan. 5. Evolution: Pembelajaran dan Refleksi Setelah kemunduran, saatnya untuk membangun kembali Refleksikan pengalaman masa lalu dan reorganisasi gerakan Anda Mulailah proyek baru dan bereksperimenlah dengan tujuan baru untuk memberikan energi segar pada gerakan Anda. 6. Normal Baru Pertumbuhan kembali Perkuat aliansi, bangun infrastruktur, dan kembangkan keterampilan serta hubungan Sekarang, ambil tindakan tegas dan tetapkan agenda dalam menghadapi krisis atau peristiwa pemicu berikutnya Masalah Indah berbagi bahwa Siklus Gerakan membantu Anda melihat kontraksi bukan sebagai kegagalan tetapi sebagai fase strategis. Ini membimbing penyelenggara gerakan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya dan menyarankan taktik dan strategi yang efektif untuk setiap fase. Ingat untuk tetap membumi selama titik tinggi dan optimis selama titik rendah. Baca lebih lanjut: Gunakan versi interaktif yang memberikan lebih banyak tips tentang strategi dan taktik untuk setiap fase gerakan: https://beautifultrouble.org/compass CERITA Kampanye Cree melawan bendungan hidroelektrik James Bay, Kanada Orang Cree di Kanada Barat menghadapi krisis eksistensial pada tahun 1970 dan 1980 dengan proyek hidroelektrik James Bay yang diusulkan oleh Hydro-Quebec, yang mengancam untuk membanjiri tanah mereka dan mengganggu cara hidup tradisional mereka. Awalnya, para pemimpin Cree fokus pada kampanye hukum untuk menghentikan proyek tersebut, yang mengarah pada kemenangan sementara tetapi akhirnya kehilangan pijakan ketika Pengadilan Banding Quebec membatalkan putusan yang menguntungkan. Kebutuhan akan pergeseran strategis menjadi jelas dengan pengumuman Fase 2 dari proyek pada 1989. Sekitar waktu yang sama, para tetua Cree telah mulai mundur dari Dewan Agung yang telah mengarahkan kampanye. Anggota yang lebih muda mulai bergabung dengan Dewan, termasuk Kepala Agung baru Matthew Coon Come. Kepemimpinan ini harus mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah kita fokus pada lingkaran dalam dan hubungan yang tepat? Lingkaran dalam yang menggerakkan sistem tersebut termasuk mengabaikan suara-suara pribumi. Dengan beralih ke keterlibatan publik yang lebih gesit dan layak berita, kampanye dapat mencapai lebih banyak keberhasilan. Apakah kita orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan ini? Keterlibatan publik yang lebih besar bukanlah sesuatu yang sebelumnya didorong oleh para tetua Cree. Pada saat bendungan pertama dibangun, sekelompok muda Cree telah mengambil tempat di Dewan Agung Cree. Apakah kita efektif dalam bekerja dengan komunitas? Ya. Komunitas mempercayai Dewan Agung dan sekarang memberikan mandat kepada Dewan Agung untuk menggunakan cara apa pun yang diperlukan untuk menentang pembangunan fase kedua proyek tersebut. Haruskah kita bermitra dengan orang lain atau memberi mereka ruang? Keputusan untuk melibatkan mitra publik dan internasional seperti Greenpeace dan Sierra Club terbukti krusial dalam memperkuat perjuangan Cree. Strategi mereka secara umum mengikuti siklus gerakan: Krisis yang Berkepanjangan Menghadapi ketidakpedulian pemerintah, para pemimpin baru memanfaatkan kemarahan publik yang semakin meningkat terhadap hak lingkungan dan hak masyarakat adat, membangun sebuah gerakan yang bergema di luar batas-batas hukum. Kebangkitan Mereka menyalakan "fase heroik" dengan fokus pada aksi langsung, seperti protes, kampanye media, dan jangkauan internasional, beralih dari fokus yang murni hukum ke keterlibatan publik. Puncak Selama "fase bulan madu," gerakan Cree mendapatkan perhatian signifikan, terutama di AS, di mana lingkungan dan hak asasi manusia menjadi titik penggalangan untuk mempertahankan momentum. Kontraksi: Mengantisipasi konflik internal dan kelelahan, para pemimpin memastikan bahwa kampanye tersebut didorong oleh komunitas demi menjaga semangat dan solidaritas. Evolution: Setelah kemunduran awal, suku Cree merenung, mengatur ulang, dan menyesuaikan strategi mereka, sambil tetap memperhatikan tujuan akhir mereka. Normal Baru Kampanye ini berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, mengintegrasikan hak-hak masyarakat adat dan masalah lingkungan ke dalam percakapan nasional dan mempengaruhi kebijakan di masa depan. Fase kedua dari kampanye itu berhasil: Fokus kampanye beralih dari pertempuran hukum yang sempit menjadi kampanye publik yang lebih luas dan lebih efektif yang melibatkan komunitas, media, dan audiens internasional di seluruh sistem. Pendekatan holistik ini pada akhirnya mengarah pada penangguhan fase kedua Transisi kepemimpinan strategis ini yang dipandu oleh pemikiran sistemik, memastikan bahwa Cree dapat menavigasi gerakan mereka secara efektif melalui berbagai fase, mencapai tujuan mereka sambil meletakkan dasar untuk advokasi di masa depan. Catatan: Untuk lebih lanjut tentang bagaimana orang Cree berhasil dengan fokus pada tingkat Siapa dalam sistem, lihat Bab 3: Tingkat adalah Tuas. Baca lebih lanjut: The Cree Nation of Waskaganish: Proyek James Bay https://waskaganish.ca/the-james-bay-project/ Non Violent Direct Action database: https://nvdatabase.swarthmore.edu/content/cree-first-nations-stop-second-phase-james-bay-hydroelectric-project-1989-1994 The Link Newspaper: Krisis Hidroelektrik - Pertarungan untuk Hidup di Utara, https://thelinknewspaper.ca/article/the-hydroelectric-crises-the-fight-to-live-in-the-north ALAT Pemeriksaan integritas Langkah 1: Tinjau bagan api Anda serta bagan tanah, bintang, lautan, dan badai Anda dalam kelompok, idealnya bersama sekutu. Langkah 2: Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini: Apakah perubahan sistem yang kita inginkan masih diperlukan? Apakah kita berfokus pada lingkaran dalam dan hubungan yang tepat untuk membuat perubahan ini terjadi? Apakah proses pengambilan keputusan dan komunikasi dalam sistem yang ingin kita ubah tetap sama? Apakah kita orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan ini? Apakah kita efektif ketika bekerja dengan komunitas untuk menciptakan perubahan yang kita inginkan? Haruskah kita bermitra dengan orang lain atau memberi mereka ruang untuk membantu mencapai visi atau misi kita? Catatan: Jika banyak jawaban Anda untuk pertanyaan-pertanyaan ini adalah Tidak, mungkin sudah waktunya mulai meredupkan api Anda dan menghentikan organisasi Anda. Gunakan alat berikut untuk tujuan ini. Catatan (tanda peringatan) Kampanye Anda telah melewati tenggat waktu atau tanggal akhir yang ditentukan Anda menggunakan dana darurat untuk menjaga kampanye tetap hidup Gerakan lainnya secara rutin memberi masukan bahwa upaya Anda tidak diperlukan Anda berhenti peduli Anda merasa punya sesuatu yang harus dibuktikan Anda takut gagal Anda telah berubah Anda mencoba menutupi banyak jam yang telah Anda habiskan Anda berpikir tidak punya pilihan lain* ALAT Menjaga api CATATAN: Alat ini bukan pengganti nasihat profesional, hukum, keuangan, atau lainnya. Ini dirancang untuk membantu Anda berpikir dari perspektif sistem dan komunikasi strategis tentang bagaimana menutup pekerjaan Anda dan mendukung orang lain untuk melanjutkan gerakan Anda. Langkah 1: Dokumentasikan evaluasi, eksplorasi, dan pembelajaran yang sudah Anda lakukan sejauh ini untuk membuat keputusan menutup kampanye atau organisasi Anda. Langkah 2: Tingkatan: Buat bagan sistem Anda dengan tingkatan Mengapa, Siapa, Di mana, Bagaimana, dan Apa. Langkah 3: Mengapa: Bersama kelompok, tuliskan nama kampanye atau organisasi lain yang bekerja untuk mencapai perubahan sistem serupa dengan Anda, dan yang memiliki nilai/minat yang sama, di kertas tempel. Contoh: Kampanye atau organisasi ini mungkin tidak melakukan kampanye publik, tetapi menempatkan perempuan dan anak perempuan di pusat pekerjaan mereka. Langkah 4: Siapa: Tempelkan kertas tempel ini pada tingkatan sistem tempat kampanye atau organisasi tersebut bekerja – misalnya memengaruhi hubungan kunci / menjangkau audiens / berkampanye untuk mengubah pajak. Mereka mungkin belum aktif dalam isu spesifik Anda, tetapi mungkin selaras dengan nilai-nilai Anda. Langkah 5: Di mana: Audit aset Anda – keterampilan, dana, koneksi yang telah Anda gunakan dalam kampanye: staf, sumber daya, pendanaan, hubungan. Organisasi dan kelompok mana yang terbiasa bekerja dengan aset serupa? Langkah 6: Bagaimana: Audit pendekatan Anda sejauh ini. Organisasi mana yang bisa melanjutkan pekerjaan Anda? Mana yang memiliki struktur dan praktik tata kelola (manajemen, akuntabilitas) yang kuat? Mana yang bisa segera mendapatkan momentum kembali sambil menjaga integritas pendekatan Anda? Mana yang bisa beradaptasi dan berputar menghadapi badai dengan sukses? Langkah 7: Apa: Keberlanjutan – Apakah Anda memiliki rencana suksesi yang layak, termasuk bagaimana menutup atau meningkatkan pekerjaan Anda? Bisakah Anda mentransfer aset ke organisasi lain? Apakah ada biaya tersembunyi? Apa hal-hal penting yang Anda tekankan harus dijaga oleh siapa pun yang mengambil aset Anda? Langkah 8: Diskusi: Bertemu dengan komunitas Anda, sekutu, dan orang-orang yang Anda inginkan untuk meneruskan obor pekerjaan Anda. Negosiasikan dan sepakati serah terima. Langkah 9: Narasi: Momen apa yang ingin Anda, tim Anda, pemegang hak yang bekerja dengan Anda, sekutu, dan lainnya tandai? Bagaimana Anda dapat menyatukan orang untuk merayakan? Cerita apa yang ingin Anda ceritakan yang dapat memperkuat gerakan dan membantunya melangkah lebih jauh? Bab Sebelumnya Kesimpulan

  • Bab 2: Kesederhanaan dari kompleksitas | Uncommon Sense

    Bagian 1 System Bab 2 Kesederhanaan dari kompleksitas Memahami kompleksitas suatu sistem sangat penting untuk menciptakan perubahan yang efektif. Bab ini menjelaskan bagaimana mengenali apakah tantangan itu sederhana, rumit, kompleks, atau kacau. Melalui kisah nyata seperti Blokade Bentley bab ini menunjukkan bagaimana komunitas dapat mengubah sistem dengan merangkul kompleksitas. Kompleksitas suatu sistem mengungkapkan seberapa jauh kita dapat menggesernya Suatu sistem hidup dalam sistem lainnya. Jika kita melihat dengan seksama pada organ di dalam tubuh manusia, kita melihat sistem yang kompleks. Jika kita memperbesar, kita melihat sel dan atom. Jika kita memperbesar, kita melihat jutaan manusia yang hidup di antara berbagai struktur, organisme, dan sistem yang saling terhubung di dalam komunitas, kota, dan negara. Memahami kompleksitas suatu sistem sangat penting sebelum kita menghadapinya. Ada tiga tingkat kompleksitas: Rumit: Dapat diprediksi dan didorong oleh hubungan sebab dan akibat. Meskipun mereka memiliki banyak bagian yang saling terhubung, perilaku mereka dapat diprediksi jika semua bagian dan interaksi dipahami. Misalnya, mesin mobil. Kompleks: Sebagian besar tidak dapat diprediksi dan didorong oleh banyak variabel, interaksi, dan lingkaran saran dan masukan Sistem-sistem ini bersifat adaptif dan kadang-kadang dapat dipahami dalam retrospeksi. Sebagai contoh, jamur adaptif dan mandiri yang ada di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Kacau: Hampir sepenuhnya tidak dapat diprediksi, didorong oleh banyak variabel, interaksi dinamis, dan lingkaran. Sistem-sistem ini bersifat adaptif dan pada dasarnya tidak pasti. Sebagai contoh, pola cuaca. Menjelajahi Sistem Pada skala apa pun, sistem yang saling terhubung dapat diatur / rumit, kompleks, atau kacau. Contohnya menyeberangi sungai: Sistem yang Rumit: Dalam sistem teratur yang sederhana, gravitasi menarik kita ke dalam air, sebuah sebab dan akibat yang sederhana. Dalam Sistem Teratur yang Rumit, berbagai faktor seperti arus air dan rintangan akan mempengaruhi langkah kita. Sistem Kompleks: Kehidupan sungai yang penuh hidup, termasuk jamur, pakis, dan ikan, beradaptasi dan mengatur dirinya sendiri. Sistem Kacau: Termasuk cuaca dan perpanjangan waktu menambah banyak variabel, membuat prediksi menjadi sulit. “… kekacauan adalah bahan bangungan kehidupan dan kreativitas …” Ralph Stacey Kesalahan umum kita adalah mencoba memperbaiki masalah yang kacau atau kompleks seolah-olah masalah itu sederhana atau rumit. Ini sering kali menghasilkan sedikit atau tidak ada kemajuan. Dengan menganalisis dan memahami jenis sistem, kita dapat merancang strategi yang lebih mungkin untuk berhasil. Misalnya, saat menyeberangi sungai, kita perlu mempertimbangkan gravitasi, setiap bagian kano, jamur licin di batu, dan kondisi cuaca yang muncul. Mengabaikan elemen-elemen ini dapat menyebabkan masalah. Gunakan alat kompleksitas (complexity tool) di bab ini untuk memperdalam pemahaman Anda tentang sistem yang Anda sasar. Kami telah mengadaptasinya dari Matrix Stacey untuk pengambilan keputusan dan kerangka kerja Cynefin. Dengan mengetahui bahwa suatu masalah masuk dalam jenis ini, kita dapat mulai mengungkap jenis-jenis sistem, atau interaksi sistem yang mendorong masalah tersebut dan kemudian mencari cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Setelah menggunakan alat ini, Anda dapat melakukan analisis SWOT (Strengths atau Kekuatan, Weaknesses atau Kelemahan, Opportunities atau Kesempatan, Threats atau Ancaman).** TOOL Langkah untuk AnalisisSWOT Gambar suatu tabel 2 x 2 pada selembar A4 atau lebih besar. Buat daftar kekuatan dan kelemahan sistem yang Anda sasar. Cari tahu peluang dan ancaman terhadap kesuksesan Anda. Atau, analisis kekuatan dan kelemahan kampanye Anda serta peluang dan ancaman bagi sistem atau lawan Anda. CERITA Blokade Bentley, Australia Pada tahun 2014, industri batubara dan gas merencanakan untuk memperluas operasi di New South Wales, Australia, tetapi berbagai komunitas lokal menentang perluasan ini. Aliansi Gasfield Free Northern Rivers (GFNR) telah terbentuk dan perlu mengatur sebuah gerakan yang terdiri dari berbagai kelompok otonom yang bekerja sama: petani, masyarakat adat, penduduk kota, aktivis lingkungan, profesional, dan pengusaha. Mereka menghadapi berbagai jenis tantangan: kacau, kompleks, rumit, dan jelas. Aliansi GFNR menggunakan kerangka Cynefin untuk menilai cara terbaik dalam menangani berbagai masalah ini dengan menyesuaikan strategi dan gaya kepemimpinan mereka. Aliansi ini membuat suatu aksi langsung non-kekerasan, melakukan survei dari rumah ke rumah, mengadakan pertemuan publik, dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan mereka. Mereka juga memberikan pelatihan dalam protes non-kekerasan dan pembangkangan sipil. GFNR menggunakan kerangka Cynefin untuk bereksperimen dengan pendekatan dengan cara-cara berikut: Ditentukan dan Disesuaikan dengan setiap Situasi. Dengan mendorong sistem untuk keluar dari kekacauan menuju situasi yang lebih terstruktur melalui pembangunan jaringan dan narasi pemahaman. Situasi Chaotic: GFNR mengurangi kekacauan situasi yang sedang berlangsung menjadi kompleksitas dengan mendukung kelompok-kelompok baru untuk terbentuk, individu-individu baru untuk bergabung dengan kelompok yang ada, dan dengan membagikan narasi yang menyatukan untuk memahami pertarungan mereka. Situasi Kompleks: Selanjutnya, industri gas menciptakan banyak ketidakpastian bagi para pengkampanye. GFNR memberi tahu gerakan bahwa tidak banyak aturan selain "non-kekerasan; tidak dapat dinegosiasikan." Ini memungkinkan orang untuk mengatur dan beradaptasi dengan cepat melalui jaringan terdesentralisasi, dan menghasilkan ide-ide baru. Situasi Teratur (Rumit): Ketika masalahnya rumit tetapi dapat dipahami, GFNR menggabungkan upaya terpusat dan setempat. Sebagai contoh, GFNR mengirimkan kelompok warga dan petani bersama-sama untuk mengadvokasi kepada pemerintah. Situasi Teratur (Jelas): Ketika masalah menjadi jelas dan dapat diprediksi, GFNR tahu bahwa ia dapat meningkatkan tekanan dengan cepat melalui gerakan. Ia menggunakan basis data pusat dan memobilisasi semua pendukung untuk menghubungi Menteri Sumber Daya secara massal. Struktur seimbang: GFNR menggunakan berbagai gaya kepemimpinan, memutar peran dan gaya untuk merespons dengan efisien dan efektif pada waktu yang tepat: Kepemimpinan Terdistribusi: Berbagai orang mengambil peran kepemimpinan sesuai kebutuhan. Kadang-kadang pemimpin mengambil alih, dan kadang mereka membiarkan orang lain memimpin. Fleksibilitas Kontekstual: Mereka mengubah gaya kepemimpinan dan organisasi mereka tergantung pada situasi, memungkinkan pengambilan keputusan yang terpusat dan terdesentralisasi. Terus Bereksperimen untuk mendukung respons cepat dan Mendorong Organisasi Mandiri: Memampukan solusi kreatif dan adaptif untuk muncul dengan menerapkan batasan minimal dalam situasi yang kompleks. GFNR terus menerus menguji berbagai pendekatan untuk melihat mana yang paling efektif. Mereka tetap gunakan yang sudah berhasil dan dengan cepat membuang yang gagal. Jeff Loy, Asisten Komisaris Polisi untuk New South Wales, menyebut Bentley Blockade, "tantangan ketertiban publik terbesar dalam sejarah kepolisian New South Wales." Perlu waktu bertahun-tahun untuk membangun dukungan komunitas yang luas dan taktik blokade yang canggih. Pada akhirnya, pemerintah New South Wales menghentikan operasi pengeboran dan operasi polisi, dan pada 2015, pemerintah membeli kembali semua lisensi gas di wilayah tersebut. Gerakan tersebut berhasil melindungi Northern Rivers dari pengembangan ladang gas. Baca selengkapnya: https://commonslibrary.org/enabling-emergence-the-bentley-blockade-and-the-struggle-for-a-gasfield-free-northern-rivers/ ALAT Pembuatan makna Langkah-Langkah Alat ini akan membantu Anda membongkar masalah dan hubungan di baliknya, sehingga Anda dapat memahami kompleksitasnya baik secara individu maupun bersama-sama. Pada selembar kertas A3, gambarlah bagan Pembuatan makna yang ditunjukkan di sini dan tuliskan sebuah kalimat yang menjelaskan Masalah yang ingin Anda ubah di bagian atas. Hubungan: Tulis dan tempelkan Post-It pada bagan untuk setiap hubungan kunci yang mempertahankan atau dapat membantu mengatasi masalah ini, sesuai tingkat kompleksitasnya. Hubungan ini bisa nyata atau tidak nyata – dari kepala bank hingga pemimpin komunitas lokal. Koneksi: Tarik garis di bagan antara setiap hubungan. Gunakan garis tebal untuk hubungan kuat dan garis tipis untuk hubungan lemah. Catatan: Anda mungkin ingin memisahkan individu pada Post-It yang berbeda. Kompleksitas: Ada berapa banyak hubungan berpengaruh dan ketegangan yang saling bersaing? Apakah mungkin ada koneksi lain di antara mereka? Kepastian: Seberapa dapat diprediksi interaksi antara aktor-aktor ini dan hubungannya? Apakah Anda perlu memindahkan Post-It? Pembuatan makna: Pertimbangkan hubungan yang paling signifikan. Apakah masalah Anda sesuai dengan yang Anda bayangkan? Apakah itu Sederhana, Rumit, Kompleks, atau Kacau? Bab Sebelumnya Bab Berikutnya

bottom of page